Cara Menggunakan Kombinasi Skema Warna dengan Menarik 

0
(0)

Ketika ingin mengkombinasikan warna dalam sebuah desain menggunakan skema warna, tidak bisa langsung diterapkan. Ada beberapa hal dan cara yang perlu diperhatikan agar tampilan visual terlihat harmonis. Untuk menggunakan skema warna komplementer pada desain, ada beberapa cara untuk menciptakan kombinasi warna yang harmonis.

Cara Menggunakan Kombinasi Skema Warna dengan Menarik 

Skema warna komplementer memiliki kombinasi yang terlalu mencolok dan kurang harmonis jika tidak diatur saturasi dan value warnanya. Ketika ingin menggunakan warna komplementer atau kombinasi warna lainnya harus memerhatikan cara mengkombinasikan warna dengan benar. Termasuk menambahkan warna-warna lain agar desain lebih harmonis dan menarik.

Umumnya untuk menciptakan tampilan yang harmonis bisa dilakukan dengan menciptakan mengatur variasi warna yang tepat. Kombinasi warna-warna dalam skema warna dengan warna aksen atau warna netral untuk menciptakan keseimbangan visual. JIka warna dalam skema langsung digunakan beberapa kombinasi akan terlihat berantakan dan buruk.

Read More
jasa-desain-logo-satu-hari-jadi

CARA MENGGUNAKAN KOMBINASI SKEMA WARNA DENGAN BENAR

Skema warna dalam desain umumnya terdiri dari beberapa seperti warna komplementer, triadik, tetradik, dan analog. Ketika menggunakan skema warna tersebut tidak bisa langsung digunakan begitu saja, tetapi perlu memerhatikan beberapa cara yang benar dalam kombinasi skema warna berikut ini:

Sesuaikan Value dan Saturasi Warna Dasar

Untuk menciptakan kombinasi warna dari skema warna yang menarik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Warna tidak bisa langsung diterapkan karena beberapa warna mungkin terlalu kontras dan kurang harmonis. Sehingga perlu diatur kecerahan atau tingkat ketajaman warnanya. 

Sesuaikan warna dari skema warna seperti komplementer dan tetradik yang memiliki warna cukup kontras. Ketika menggunakan warna ini atur saturasinya agar warna pas dan tidak terlalu mencolok. Saturasi ini mengatur tingkat ketajaman warna, misalnya pada warna komplementer hijau dan merah yang cukup tajam dan mencolok. 

Atur saturasi kedua warna tersebut agar terlihat lebih harmonis, gunakan warna merah yang lebih kalem tidak terlalu terang. Selain itu atur value warna atau tingkat pencahayaannya, gunakan warna dengan pencahayaan minim akan terlihat lebih pucat. Ketika menggunakan warna komplementer, gunakan varian warna yang lebih pucat atau kalem jangan yang terlalu mencolok.

Gunakan Rule 60:30:10

Ketika menggunakan kombinasi warna dengan baik pada desain agar terlihat menarik, gunakan aturan 60:30:10. Aturan ini menggunakan warna dengan komposisi 60% warna primer, 30% warna sekunder, dan gunakan warna 10% warna aksen. Komposisi warna ini akan menciptakan tampilan visual desain yang menarik.

Cara Menggunakan Kombinasi Skema Warna dengan Menarik 

Untuk bisa menerapkan kombinasi warna dengan menarik, gunakan aturan ini sehingga warna terdistribusi dengan rata. Misalnya dari warna komplementer tadi mengkombinasikan 60% warna netral atau primer, 30 persennya warna merah semnetara warna hijau bisa digunakan sebagai aksen. Kombinasi warna dengan perbandingan komposisi ini akan terlihat seimbang.

Komposisi warna dengan perbandingan 60:30:10 ini dapat menciptakan keseimbangan visual. Ketika mengkombinasikan palet warna dari skema warna, selain mengatur saturasinya pastikan warna memiliki komposisi yang pas.

Gunakan Warna Netral untuk Menyembangkan

Selain menggunakan warna netral untuk warna primer, gunakan juga warna netral seperti hitam putih untuk menyeimbangkan desain. Dalam komposisi skema warna apapun, tambahkan warna netral untuk menciptakan keseimbangan visual. Dalam sebuah palet warna, warna netral akan berguna menciptakan keseimbangan dari warna-warna cerah.

Baca juga: Palet Warna: Kombinasi Warna Berdasarkan Gaya Desain 

Warna netral bisa digunakan sebagai warna latar belakang, warna tes atau outline pada desain. Seringkali warna hitam dan putih yang paling umum digunakan sebagai penyeimbang dalam semua palet warna. Warna netral juga kerap dipilih karena dapat meningkatkan keterbacaan teks dalam desain.

KAPAN MENGGUNAKAN WARNA KOMPLEMENTER

kombinasi warna komplementer memiliki dua warna utama yang berlawanan dalam roda warna ini menciptakan tampilan yang kontras. Gunakan warna komplementer dengan mengatur beberapa cara tersebut sehingga menghasilkan tampilan harmonis pada desain. Berbeda dengan skema warna lain yang lebih warna harmonis, warna ini memiliki kombinasi yang cukup mencolok. 

Dalam dunia desain kombinasi warna yang cukup kontras ini banyak digunakan untuk berbagai seni dan desain. Pemilihan warna komplementer untuk digunakan menciptakan kontras dan penekanan. 

Menciptakan Kontras

Penggunaan warna komplementer akan membuat desain tampil kontras dan mencolok. Biasanya pada ruang desain, warna komplementer sering dimanfaatkan untuk menciptakan kontras dengan elemen lainnya. Warna komplementer ketika dipadukan menghasilkan kontras yang kuat sehingga penggunaanya efektif untuk membuat elemen desain terlihat kontras. 

Menciptakan Penekanan

Pada elemen desain warna komplementer yang dikombinasikan dapat pula digunakan dalam menciptakan penekanan. Warna yang berlawanan dalam roda warna akan menciptakan tampilan yang tajam, atur tingkat ketajamannya. Ini akan memberikan tampilan yang harmonis dan memiliki penekanan kuat.

Mengarahkan Perhatian

Penggunaan warna komplementer dalam desain juga sering dimanfaatkan untuk mengarahkan perhatian audiens. Kombinasi dengan tingkat cahaya dan ketajaman yang sesuai akan menghasilkan visual desain menarik. Dalam desain grafis, elemen desain dengan warna komplementer yang saling kontras ini bisa membantu mengarahkan pandangan audiens. 

Baca juga: Kombinasi Warna: Tujuan Kombinasi Warna Kontras pada Desain

Umumnya mata audiens secara otomatis akan tertarik pada elemen dengan warna kontras seperti warna komplementer. Penggunaan warna komplementer ada desain berguna untuk meningkatkan efektivitas penyampaian pesan.

CONTOH WARNA KOMPLEMENTER DAN DESAINNYA

Skema warna komplementer ini terdiri dari dua warna yang berlawanan dalam roda warna. Warna yang dihasilkan cukup kontras dan tajam, efektif untuk menarik perhatian tetapi bisa kurang menarik jika tidak digunakan dengan bijak. Beberapa warna komplementer yang memiliki kontras tinggi seperti warna merah dan hijau.

Sementara warna komplementer yang sering ditemukan dialam adalah warna biru dan oranye yang merupakan warna langit sore hari. Kombinasi warna yang cukup kontras ini bisa menciptakan desain yang menarik perhatian. Ada juga warna ungu-kuning, yang juga cukup kontras. Berikut salah satu contoh penggunaan warna komplementer dalam desain grafis berupa poster.

Cara Menggunakan Kombinasi Skema Warna dengan Menarik 

Desain poster film tersebut menggunakan dua warna dominan yang merupakan warna komplementer. Tampilan poster terlihat kontras dan mencolok, namun kombinasi warnanya tidak mengganggu. Warna komplementer yang dipilih sudah diatur saturasi dan valuenya sehingga menciptakan visual harmonis. 

Kombinasi warna komplementer dalam poster tersebut mengambil variasi merah terang dan hijau yang lebih kebiruan. Kombinasi terlihat harmonis dan menciptakan kontras yang kuat.

Baca juga: Palet Warna: Kombinasi Warna Berdasarkan Gaya Desain 

GUNAKAN KOMBINASI WARNA SPLIT KOMPLEMENTER

Terkadang untuk menciptakan tampilan warna komplementer yang lebih harmonis dapat menggunakan warna split komplementer. Kombinasi ini menggabungkan warna komplementer dengan dua warna yang mengapitnya. Misalnya pada warna berlawanan ungu dan kuning, kombinasi warna yang bisa tercipta pada skema ini adalah ungu dengan hijau dan oranye.

Warna kuning dalam skema komplementer digantikan dengan warna yang mengapitnya yaitu warna oranye terang dan hijau terang. Contohnya lagi warna merah dan hijau, warna merah bisa digantikan dengan warna magenta dan warna oranye. Kombinasi ini biasanya lebih harmonis daripada hanya menggunakan dua warna komplementer.

KESIMPULAN

Penggunaan skema warna untuk warna elemen desain tidaklah mudah agar tampilannya terlihat menarik. Ketika ingin menggunakan skema warna seperti komplementer untuk desain ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Warna komplementer yang kontras tidak bisa begitu saja digunakan karena visual bsa kurang harmonis. Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut kapan waktu yang tepat untuk menggunakan warna komplementer akan menciptakan visual yang menarik.

Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi juga laman instagram jasalogo.id disini.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts