Cara Memilih Skema Warna untuk Brand yang Menarik

0
(0)

Pembicaraan tentang warna yang digunakan sebagai identitas merek tidak lepas dari peran warna yang bisa menyampaikan pesan dan emosi. Warna merek harus dipilih dengan bijak karena desain tentang perusahaan atau merek akan menggunakan warna tersebut secara konsisten. Dalam memilih skema warna yang tepat untuk desain grafis ada beberapa cara yang perlu diperhatikan.

APA ITU SKEMA WARNA?

Skema warna adalah kumpulan warna-warna yang diambil dari roda warna berdasarkan aturan atau cara tertentu. Warna-warna dalam skema warna akan tampil harmonis dan dapat digunakan untuk kebutuhan seni dan desain termasuk desain grafis. Secara umum skema warna terdiri dari warna analog, komplementer, triadik, tetradik, split komplementer, dan monokrom. 

Cara Memilih Skema Warna untuk Brand yang Menarik

Baca juga: 7 Rekomendasi Palet Warna Sesuai Jenis Bisnis

Read More
jasa-desain-logo-satu-hari-jadi

Desainer akan lebih mudah dalam menciptakan kombinasi warna yang harmonis dengan menggunakan skema warna. Kombinasi warna dari skema warna ini akan membantu dalam menciptakan tampilan desain yang seimbang, harmonis, dan lebih menarik secara visualnya. Untuk menggunakan skema warna dalam desain grafis ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, agar warna desain harmonis.

CARA MEMILIH SKEMA WARNA UNTUK DESAIN

Dalam membangun brand atau merek yang kuat, penting untuk memilih warna yang tepat. Hal ini karena sebagian besar tindakan konsumen dipengaruhi oleh tampilan visual baik kemasan, logo atau desain pemasaran. Ketika ingin menggunakan skema warna untuk menciptakan tampilan warna desain yang harmonis, perhatikan beberapa tips memilih skema warna berikut ini:

Perhatikan Dimana Warna Merek akan Digunakan

Ketika memilih warna merek perhatikan juga dimana warna merek akan digunakan, ini penting untuk memilih warna yang sekiranya bisa konsisten. Warna yang akan digunakan sebagai warna merek dapat membangkitkan emosi dan perasan, inilah mengapa warna memiliki kemampuan untuk menarik audiens. Maka pertimbangkan untuk memilih warna sesuai kebutuhan dimana saja warna akan digunakan.

Penggunaan warna-warna merek biasanya dipengaruhi juga oleh jenis bisnis dan industri. Jika brand atau merek memiliki produk maka warna merek akan digunakan juga untuk warna kemasan, katalog produk dan desain brosur. Sementara merek yang bergerak dalam bidang digital akan menggunakan warna merek untuk warna desain website, aplikasi dan konten media sosial 

Warna merek akan digunakan secara konsisten sebagai identitas visual pada semua jenis desain terkait merek. Sehingga pertimbangkan konsistensi warna merek pada semua platform dan media.

Pertimbangkan Respon dan Preferensi Audiens pada Warna

Memilih skema warna juga perlu memerhatikan respon, minat preferensi audiens, ini penting karena warna merek yang digunakan harus bisa menarik perhatian audiens. Skema warna yang digunakan harus sesuai pula menyesuaikan preferensi audiens, amati warna-warna seperti apa yang akan mereka sukai. Ini bisa dilakukan dengan riset dan mengamati tren yang populer dikalangan audiens.

Preferensi warna yang disukai pelanggan atau audiens bisa dilihat dari warna-warna yang populer di pasaran. Umumnya skema warna dengan warna berani akan cenderung menarik perhatian. Selain itu preferensi warna yang disukai oleh audiens dilihat dari warna khas dari suatu bisnis, audiens yang terbiasa melihat warna biru untuk merek minuman akan merasa asing jika menggunakan warna coklat.

Baca juga: Kesan dari Penggunaan Warna Analog dalam Desain Grafis 

Arti dan Makna Warna

Cara Memilih Skema Warna untuk Brand yang Menarik

Ketika memilih skema warna untuk digunakan sebagai warna merek, pertimbangka juga makna dan arti warna. Hal ini sangat penting karena makna atau arti dari warna akan mencerminkan nilai atau karakter merek. Sehingga saat memilih skema warna perhatikan makna dari warna-warna dalam skema yang kamu pilih.

Setiap warna dalam desain memiliki makna yang berbeda, sementara ketika mengkombinasikan beberapa warna dari skema warna, pastikan makna warna tersebut sesuai dengan identitas merek. Beberapa kombinasi yang dihasilkan oleh skema warna akan memiliki makna yang cukup berlawanan, seperti hijau dan merah. Warna hijau akan memberikan nuansa segar dan tenang, sementara warna merah akan memberikan kesan ambisi atau berani. 

BEBERAPA JENIS SKEMA WARNA

Pastikan makna dari kombinasi beberapa warna memiliki makna yang mencerminkan merek dengan baik. Berikut beberapa contoh makna yang dihasilkan dari skema warna: 

Skema warna analog: Skema ini memiliki warna mirip dan berdampingan dalam roda warna misalnya merah, oranye, dan kuning.  Ketiga warna tersebut akan menciptakan makna yang juga harmonis dan mirip karena warnanya yang berdampingan dalam roda warna. Warna analog yang terdiri dari warna merah, oranye, dan kuning memiliki makna seperti passion, kekuatan, ceria, hingga energi dan optimis. 

Skema warna monokrom: Untuk warna ini biasanya terdiri dari satu warna utama saja, yang dikombinasikan dengan warna itu sendiri dengan variasi kecerahan yang beragam. Salah satu contoh misalnya warna biru, biru gelap, biru langit dan biru terang. Secara umum warna biru akan memiliki makna kepercayaan, tenang, teknologi dan profesional. 

Skema warna triadik: Warna ini diambil dengan bentuk segitiga diatas roda warna, biasanya warna ini cukup harmonis. Contoh warna triadik adalah warna hijau, ungu dan oranye, kombinasi warna ini akan menciptakan kesan kepercayaan, ramah, dan kreatif atau mewah.

Baca juga: Kombinasi Warna Monokrom dalam Desain Grafis

Dari tiga contoh kombinasi warna yang diambil dari skema warna tersebut dapat dilihat jika kombinasi warna yang dihasilkan cukup harmonis. Memilih kombinasi warna untuk warna merek bisa memanfaatkan skema warna agar warna merek harmonis.

Pilih Warna Terbaik Sesuai Jenis Bisnis

Cara Memilih Skema Warna untuk Brand yang Menarik

Kombinasi warna merek yang dipilih perlu untuk disesuaikan dengan jenis bisnis atau industri. Beberapa warna cukup identik dengan jenis bisnis atau industri tertentu seperti warna hijau untuk bisnis organik atau terkait alam. Pilih skema warna yang bisa mencerminkan jenis bisnis dengan baik, ini akan membantu audiens mudah mengenali merek. 

Skema warna monokrom cenderung akan lebih muda mencerminkan jenis bisnis tertentu karena hanya terdiri dari satu warna. Warna analog juga efektif untuk menggambarkan jenis bisnis atau industri. Berikut ini beberapa warna yang identik dengan enis bisnis tertentu:

Fashion & Kecantikan: Warna merah muda, hitam, oranye, serta warna glamor seperti emas dan silver.

Lingkungan Hidup & Bio: Warna hijau, coklat dan biru .

Teknologi: Warna biru gelap, biru dan neon

Kesehatan dan Kebugaran: Oranye, Hijau, Putih dan Biru

Makanan: Merah, Oranye, Kuning dan Coklat

Beberapa warna tersebut dapat mencerminkan jenis bisnis atau industri dengan baik, selama digunakan sesuai jenis bisnisnya. Gunakan skema warna untuk mengkombinasikan warna tersebut dengan warna lain yang harmonis. 

Tetapkan Identitas Merek

Sebelum mulia memilih skema warna untuk digunakan sebagai warna merek, tentukan terlebih dahulu identitas merek. Identitas merek ini terkait dengan nilai, pesan, tujuan dan karakter mereka yang ingin disampaikan. Yang mana identitas ini nantinya akan tercermin dari warna yang dipilih, makna warna merek akan menyesuaikan identitas merek.

Baca juga: Manfaat Skala Warna Hitam Putih dalam Dunia Desain 

Merek bisa mulai menyusun daftar sifat, nilai atau kepribadian yang ingin dibangun, kemudian memilih warna yang tepat. Misalnya untuk membangun kesan ramah dan ceria bisa menggunakan warna kuning atau oranye, atau warna biru untuk membangun identitas merek yang terkesan profesional dan dapat dipercaya. 

Identifikasi dan Tentukan Tujuan Merek

Ketika memilih skema warna untuk warna merek perhatikan juga tujuan dari merek, ide utama dan bagaimana pendapat audiens pada merek. Warna merek harus menggambarkan merek dengan baik, misalnya bisnis terkait teknologi maka warna biru dan neon bisa menggambarkan teknologi dan inovasi canggih dengan baik. Hindari memilih warna yang tidak bisa mengkomunikasikan merek dengan jelas karena bisa membingungkan audiens.

Ketika mengidentifikasi esensi atau tujuan merek, pahami tiga hal ini:

Sasaran Merek: Misalnya tentukan apakah merek memiliki tujuan untuk menyampaikan produk organik, atau memberikan kebahagiaan melalui produk yang menarik. Sasaran ini adalah tujuan utama dari produk atau layanan merek. 

Target Audiens: Siapa target audiens dari merek milikmu, tentukan rentang usia, pekerjaan, kalangan, atau daerahnya. 

Ciri-Ciri Kepribadian: Tentukan kepribadian merek yang ingin dibangun apakan ramah, profesional atau menyenangkan. pilih warna yang bisa mencerminkan hal ini dengan baik.

Cari Inspirasi Palet Warna

Salah satu cara yang penting juga dalam memilih skema warna untuk merek adalah mencari inspirasi palet warna. Dapatkan berbagai inspirasi warna dari media sosial, atau website seperti colorhunt. Dari berbagai inspirasi palet warna menarik ciptakan palet warna yang baru dan menarik perhatian.

KESIMPULAN 

Dalam memilih warna merek ada beberapa cara dan hal yang perlu diperhatikan agar warna yang dipilih sesuai dengan jenis bisnis. Warna yang digunakan sebagai identitas merek harus bisa mencerminkan nilai dan karakter dengan baik. Dengan memerhatikan beberapa cara tersebut, kamu bisa memilih skema warna yang harmonis dan merek untuk merek.

Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi juga laman instagram jasalogo.id disini.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Related posts