Tugas Desainer Produk dalam Merancang Produk

Desain produk merupakan proses merancang bentuk visual dari produk. Selama proses penciptaan produk biasanya melibatkan beberapa langkah penting. Namun tahukah kamu apa saja tugas seorang desainer produk?

Desainer produk berperan penting dalam menciptakan produk yang berkualitas, aman, fungsional dan nyaman digunakan. Proses perancangan suatu produk ini mempertimbangkan banyak aspek. Aspek ini termasuk pada fungsional, estetika, dan pengalaman pengguna.

Mendesain produk bukanlah hal mudah, penting untuk memiliki keahlian desain, perancangan, penelitian dan lainnya. Desain dari produk biasanya dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen. Penelitian dan pemantauan pasar sangatlah penting sebelum mendesain produk.

Read More

Ada banyak detail dalam proses mendesain produk ini yang tidak boleh dilewatkan. Termasuk pada pengujian keamanan produk tersebut. Desain produk haruslah lolos uji dan aman untuk digunakan.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang tugas desainer produk, artikel ini akan membahas proses apa saja yang biasanya dilakukan seorang desainer produk untuk merancang desainnya.

Beberapa Tugas Desainer Produk

Ada beberapa tugas yang dijalankan seorang desainer produk demi menciptakan desain sesuai kebutuhan dan memiliki keamanan. Berikut beberapa tugasnya:

Melakukan Penelitian dan Analisis Pasar

Ketika akan mendesain suatu produk, seorang desainer produk harus melakukan penelitian dan analisis. Ini akan memudahkan proses perancangan dan pembuatan produk yang berkualitas.

Desainer harus melakukan riset pasar untuk mengetahui kebutuhan masyarakat akan produk. Penting mengetahui bagaimana pelanggan menggunakan jenis produk dan pandangan mereka terhadap jenis produk tersebut. Termasuk juga dengan memahami tren industri produk dan persaingan industrinya.

Desainer juga perlu melakukan analisis data yang didapatkan dari hasil riset. Dari data tersebut akan diperoleh kemungkinan tantangan, persaingan, tren industri hingga pengembangan. Ini akan memudahkan proses perancangan produk yang dapat menyesuaikan kebutuhan dan minat pelanggan.

Merancang Ide dan Konsep

Setelah mendapatkan hasil dari analisis tentang kebutuhan pelanggan dan tren industri. Desainer bisa mulai menyusun ide dan konsep desain produk. Menyusun ide berdasarkan kebutuhan pasar dan tren industri akan membantu menciptakan produk yang relevan dengan pelanggan.

Produk akan dengan mudah diterima pelanggan jika sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada tahap desainer bisa membuat sketsa awal dari ide yang digagas. Biasanya berbentuk sketsa, prototipe atau model awal untuk mengilustrasikan ide dan konsep kedalam bentuk yang bisa dilihat.

Membuat Model 3D dan Prototipe

Setelah ide terkonsep dengan baik, desainer bisa menggunakan perangkat lunak untuk membuat prototype dalam model 3D. Pembuatan prototype ini berguna untuk melihat desain lebih detail, rinci dan mendalam. Ini akan membantu melihat seberapa baik terlihat dalam bentuk nyata.

Setelah melihat bentuk model produk dalam digital, desainer bisa membuat dalam bentuk fisik untuk menguji apakah tetap terlihat bagus dalam bentuk nyata. Membuat prototipe fisik akan lebih terlihat jelas apakah desainnya sudah sesuai kebutuhan dan harapan dari ide awal.

Memilih Material dan Proses Produksi

Desainer juga bertugas untuk memilih material produk dan proses produksi seperti apa yang akan digunakan. Material produk haruslah aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan produk.

Penting untuk memastikan material dapat menciptakan hasil produk yang berkualitas. Selain itu material juga harus menciptakan estetika pada desain produk, dan gunakan material yang ramah dengan lingkungan.

Untuk memilih proses produksi, desainer perlu mempertimbangkan proses produksi yang efisien. Selain proses produksi juga harus cocok dengan spesifikasi desain produk. Memilih proses produksi adalah tugas krusial desainer yang bisa dilakukan penelitian terlebih dahulu untuk menemukan proses produksi yang cocok.

Membangun Kerja Sama Tim

Desainer produk juga perlu membangun kerjasama tim ketika menciptakan desain produk. Dalam proses perancangan, semua tim harus sepakat sehingga tidak ada kemungkinan miskomunikasi.

Desainer juga perlu melakukan kerjasama dengan tim pengembangan produk, seperti pemasar dan produsen. Ini akan membantu proses kelancaran dalam menciptakan desain yang fungsional.

Melakukan Pengujian dan Perbaikan

Pengujian dalam desain produk sangatlah penting, ini berguna untuk melihat keamanan produk, kenyamanan penggunaan, dan fungsionalitasnya. Setiap produk harus diuji sebelum didistribusikan agar tidak adanya produk yang bermasalah dan dapat memperburuk citra merek.

Pengujian juga dapat dilakukan dengan merilis produk uji coba untuk dinilai pelanggan. Hal ini digunakan untuk mendapatkan saran dari pelanggan sehingga bisa dilakukan perbaikan yang sesuai minat dan kebutuhan pelanggan.

Merancang Visualisasi dan Presentasi

Desainer pada bidang ini juga memiliki peran membuat presentasi dengan prototipe produk kepada tim internal, petinggi perusahaan, hingga klien. Presentasinya akan menjelaskan mulai dari proses penelitian, pembuatan prototipe hingga proses produksinya. Desainer harus bisa menunjukkan keunggulan dari desain produk.

Presentasi dengan prototipe 3D digital dan fisik dapat mengkomunikasikan ide dan konsep desain secara nyata. Sehingga orang lain bisa menilai apakah produk susah efisien dan sesuai kebutuhan. Desainer harus bisa membuat presentasi menarik dengan menampilkan gambar, prototipe 3D dan ilustrasi digital sekaligus menyampaikan tujuan produk dengan baik.

Mengelola Proyek

Ketika menyusun dan merancang desain produk, desainer harus bisa membuat pengelolaan jadwal dan anggaran. Pengelolaan yang rinci dan sesuai rencana akan menghindari adanya kendala atau tantangan. Akan membantu pula proses berjalannya proyek lancar.

Desainer juga bertugas untuk memantau kemajuan proyek dalam proses memproduksi desain produk ini. Memantau kemajuan proyek ini akan mengetahui bila ada masalah atau tantangan, sehingga bisa segera diatasi.

Memahami Pengguna

Dalam mendesain produk, seorang desainer juga perlu untuk memahami pengguna agar menciptakan pengalaman pengguna yang optimal. Ini akan membantu desainer menciptakan desain produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan pengguna.

Untuk mengetahui apakah produk sudah sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan dapat melibatkan pengguna dalam proses desain. Dapat dilakukan melalui kuesioner dan umpan balik dari hasil uji coba akan membantu menciptakan desain yang sesuai preferensi pelanggan.

Menciptakan Inovasi dan Pengembangan Berkelanjutan

Seorang desainer haruslah kreatif agar bisa merancang desain yang inovatif dan unik. Terutama pada desain produk yang baru, haruslah menarik minat, perhatian serta lebih baik dari sebelumnya.

Selain itu desainer juga perlu mempertimbangkan penggunaan proses produksi yang ramah lingkungan. Teknologi dalam era ini juga berperan penting dalam proses produksi yang efisien.

Merancang Identitas Merek

Desain produk juga memiliki kepentingan untuk menciptakan identitas merek yang kuat bagi perusahaan. Ini karena desain produk adalah bagian dari identitas visual yang mewakili perusahaan. Desainer juga perlu memastikan desain produknya memiliki identitas dan nilai perusahaan.

Mengikuti Perubahan Tren dan Industri

Desain produk juga perlu mengikuti perubahan tren dan industri agar desain bisa relevan dengan pelanggan pada era ini. Desainnya bisa menyesuaikan tren dan menggunakan teknologi terbaru dalam proses produksi. Ini akan membantu produk bersaing di pasaran.

KESIMPULAN

Desainer yang bertugas mendesain produk memiliki banyak tugas penting. Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan oleh desainer produk ketika merancang desain produk. Ini seperti kenyamanan, fungsionalitas dan kebutuhan pelanggan. Sementara tugas desainer ada banyak mulai dari analisis, penelitian, perancangan hingga produksi.

Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi laman instagram jasalogo.id disini.

Related posts