Eksplorasi Jenis-jenis Komposisi dalam Desain Grafis

Merancang desain yang memiliki keseimbangan visual terkadang bukanlah hal mudah. Perlu mengatur tata letak yang seimbang, ukuran yang pas hingga warna yang menciptakan harmonis visual. Terkadang untuk menciptakan desain yang menarik perlu menggunakan beberapa jenis-jenis komposisi dalam desain.

Beberapa komposisi yang tepat dalam desain membantu untuk menciptakan desain yang seimbang dan memudahkan menata elemen visual. Untuk mengatur komposisi elemen visual dengan menarik dalam desain perlu mengetahui beberapa cara mengatur tata letak yang menarik. Ada beberapa prinsip dalam mengatur komposisi desain yang perlu dipahami oleh desainer.

JENIS-JENIS KOMPOSISI DALAM DESAIN

Terdapat beberapa jenis-jenis mengatur tata letak atau komposisi elemen dalam desain, penting untuk memilih yang paling sesuai kebutuhan. Berikut beberapa jenis komposisinya:

Read More
jasa-desain-logo-satu-hari-jadi

Golden Spiral Ratio

Rasio ini digunakan mengatur proporsi desain yang estetis dan terlihat lebih harmonis dengan menyesuaikan rasio spiral. Bentuk spiral dalam rasio emas ini dibuat dengan mengikuti urutan angka fibonacci. Elemen bisa disusun dalam bentuk rasio ini untuk memudahkan dalam menciptakan tampilan desain menarik.

Eksplorasi Jenis-jenis Komposisi dalam Desain Grafis

Penggunaan rasio ini untuk membantu mengarahkan alur pandang audiens pada saat melihat desain. Rasio ini cukup terkenal dan banyak digunakan dalam mendesain untuk menarik perhatian. Penggunaan golden rasio ini dapat memberikan keseimbangan dalam tampilan visual desain. Biasanya digunakan pada fotografi, desain grafis, desain web hingga desain logo.

Baca juga: Penggunaan Prinsip-prinsip Utama Gestalt dalam Desain Grafis

Rule of Thirds

Rule of Thirds

Prinsip komposisi rule of thirds ini menggunakan garis horizontal dan vertikal untuk membagi ruang desain menjadi sembilan bagian sama rata. Pembagian ini menghasilkan empat titik fokus, yang mana biasanya audiens akan fokus pada titik tersebut. Titik bagian yang atas sebelah kiri menjadi titik fokus utama.

Kebanyakan audiens akan melihat titik itu pertama kali, maka biasanya pada titik tersebut elemen utama akan ditempatkan. Selain itu elemen penting lainnya akan diletakkan pada sepanjang garis atau titik pertemuan garis lainnya. Ini akan meningkatkan efektivitas pesan, biasanya prinsip ini digunakan untuk fotografi dan desain grafis. Penataan elemen desain dalam garis dan titik fokus akan membantu mengarahkan pandangan audiens.

Baca juga: Mengatur Tata Letak Desain Menarik dengan Rules of ThirdsĀ 

Golden Section (Divine Proportion)

Golden Section (Divine Proportion)

Prinsip ini mengatur elemen dengan fokus pada bagian tengah dan semakin membesar keluar. Penggunaan grid yang berfokus pada bagian tengah yang lebih kecil akan membantu menciptakan desain dengan prinsip ini. Elemen dapat diatur tata letaknya berdasarkan prinsip ini untuk menciptakan keseimbangan visual.

Jika rule of thirds memiliki sembilan grid yang sama, sementara golden section yang menggunakan phi grid ini memiliki ukuran bagian yang berbeda. Area dengan paling kecil berfokus di tengah sebagai pusat sementara empat lainnya memiliki ukuran yang sama pada setiap sisinya, dan empat lainnya pada bagian sudut. Elemen akan diatur pada bagian bagian area ini dan memiliki fokus tepat ditengah.

Spiral Section

Eksplorasi Jenis-jenis Komposisi dalam Desain Grafis

Prinsip spiral section ini menggunakan spiral untuk menciptakan alur pandang spiral mengikuti bentuk spiral yang melingkar. Elemen desain akan diatur mengikuti alur spiral, sebenarnya ini hampir sama dengan golden ratio. Penataan elemen dengan mengikuti spiral section akan menciptakan alur atau gerakan dinamis pada desain.

Cross (Cross Composition)

Eksplorasi Jenis-jenis Komposisi dalam Desain Grafis

Cross atau simetri ini menggunakan bentuk salib atau dua garis yang saling bertemu di tengah menciptakan persilangan. Tata letak elemen dengan komposisi ini akan terlihat simetris dan menciptakan keseimbangan visual. Menciptakan titik fokus di tengah yang bisa digunakan untuk menempatkan elemen penting.

Selain elemen dipusatkan pada titik tengah, elemen juga bisa diatur sepanjang garis vertikal atau horizontal. Hal ini mungkin dapat menciptakan pola yang menarik perhatian audiens. Garis yang bersilangan dapat membimbing mata manusia ketika melihat desainnya.

Vanishing Point

Eksplorasi Jenis-jenis Komposisi dalam Desain Grafis

Komposisi ini merupakan konsep menata elemen desain dengan memperhatikan perspektifnya yang berkumpul pada satu titik. Penggunaan vanishing poin ini akan menciptakan ilusi kedalaman pada desain. Elemen akan ditata mengikuti garis garis dengan ukuran semakin mengecil ketika mendekati titik pusat. Penerapan prinsip komposisi ini dapat menciptakan tata letak elemen desain yang lebih realistis dan memiliki ruang yang dalam.

V Arrangement

Eksplorasi Jenis-jenis Komposisi dalam Desain Grafis

Untuk tata letak dengan komposisi berbentuk huruf V ini menata elemen mengikuti huruf ini atau membentuk pola V. Desain akan disusun untuk mengikuti pola ini menuju titik poin di tengah. Komposisi ini dapat mengarahkan mata ke pusat, dengan menata elemen mengikuti garis huruf. Pola tata letak elemen ini dapat menghasilkan desain yang memiliki dimensi kedalaman pula.

Radial Composition

Mengatur elemen desain dengan menggunakan komposisi radial ini akan difokuskan ke tengah atau pusat. Yang mana garis-garis menyebar keluar dari titik pusat ini dijadikan panduan dalam menempatkan elemen. Komposisi ini juga memberikan dimensi kedalaman visual yang menarik. Tata letak elemen akan diatur untuk diletakkan memusat dan semakin kecil saat mendekati titik pusat. Komposisi ini dapat memberikan ilusi atau alur gerakan elemen yang dinamis ke titik pusat.

Diagonal Composition

Prinsip komposisi diagonal ini membentuk garis melintang yang ditempatkan secara diagonal dalam ruang desain. Konsep ini mengatur elemen untuk ditempatkan pada sepanjang garis diagonal ini atau membagi kedua area dengan gambar yang berbeda. Komposisi ini berguna untuk memberikan kesan yang dinamis pada desain, garis diatur berisi elemen yang memisahkan kedua area.

Baca juga: Mengenal Desain Doodle: Kreativitas yang Abstrak dan Unik

Compound Curve atau S

Komposisi ini mengatur elemen membentuk huruf s atau compound curve. Penggunaan komposisi ini akan membuat desain terlihat menarik, elemen akan diatur mengikuti garis curve. Tata letak ini bisa membuat elemen desain terlihat mengalir dengan dinamis. Komposisi ini sering digunakan untuk mengatur teks dan elemen grafis lainnya yang menarik dan membuat desain menonjol.

Pyramid Composition

Menggunakan komposisi bentuk segitiga atau piramid ini akan menciptakan hirarki visual. Komposisi ini akan berguna untuk mengatur hirarki informasi pada desain, audiens bisa lebih mudah memahami pesan desain. Penerapan komposisi ini untuk mengatur elemen dalam desain akan menciptakan keseimbangan struktur desain yang menarik.

Circular Composition

Dalam menata elemen desain pada komposisi lingkaran ini mengatur elemen mengikuti bentuk lingkaran. Elemen-elemen desain diletakkan dalam pola yang membentuk lingkaran dengan rapi. Tata letak ini akan membuat elemen terlihat memiliki kesatuan dan nampak harmoni. Biasanya komposisi ini digunakan untuk mengatur komposisi desain logo atau label produk yang menempatkan teks atau objek mengelilingi lingkaran.

L Arrangement

Untuk komposisi ini menggunakan elemen-elemen disusun atau dibuat dalam bentuk L. Susunan berbentuk L ini dapat memberikan struktur yang jelas dan unik pada desain. Komposisi ini juga digunakan untuk memberikan keseimbangan visual pada elemen-elemen desain yang saling melengkapi. Komposisi ini biasanya digunakan pada desain ilustrasi atau poster.

Baca juga: Tips Mengatur Flow dalam Desain untuk Mengarahkan Audiens

KESIMPULAN

Mengatur tata letak dan komposisi elemen-elemen dalam desain grafis bukanlah hal mudah terutama untuk menciptakan keseimbangan visual. Untuk mengatur elemen dalam terdapat beberapa jenis-jenis komposisi yang bisa dijadikan landasan dalam menyusun desain yang menarik. Lakukan eksperimen dengan mengkombinasikan komposisi elemen, ciptakan tampilan memukau dengan memanfaatkan keseimbangan komposisi dengan baik.

Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi juga laman instagram jasalogo.id disini.

Related posts