Strategi Visual Kombinasi Wordmark dan Ikon dalam Branding Kopi

Untuk membangun branding kopi yang kuat perlu menonjolkan elemen familiar dengan gaya sederhana namun unik. Contohnya seperti penggunaan logo wordmark yang mengkombinasikan ikon dan salah satu hurufnya. Strategi visual menggabungkan wordmark dan ikon kopi akan menciptakan branding logo yang unik dan kuat.

Kombinasi wordmark dan ikon akan membuat style logo wordmark sederhana tampil lebih menarik perhatian. Biasanya ikon seperti biji kopi dan cangkir kopi akan langsung dikenali oleh audiens. Penting untuk menggunakan gambar ikon sederhana sehingga tidak mengganggu keterbacaan

Kombinasi Wordmark dan Ikon Kopi dalam Logo Kopi

Jika logo kombinasi biasanya menempatkan ikon diatas tipografi, berbeda dengan logo wordmark yang fokus utama pada tipografi bukan ikon. Tipografi memiliki ukuran besar, sementara ikon berukuran kecil yang seringkali dibentuk seukuran huruf. Bentuk ikon akan dikombinasikan dengan satu atau dua huruf seperti dalam empat logo berikut:

Read More
jasa-desain-logo-satu-hari-jadi

Logo Sini Kopi

Logo Sini Kopi

Bentuk logo kopi ini menggunakan gaya tipografi sederhana dengan font sans serif yang bersih dan tidak terlalu tebal, cenderung medium. Pada huruf O terdapat ikon biji kopi sederhana di tengahnya untuk mewakili produk kopi.

Ditengah tipografi logo ini terdapat ikon siluet dari kepala sapi yang membelah huruf KO dan PI. Serta di bawah tipografi “sini’ yang berukuran kecil, bentuk hewan membuat logo kopi ini tampak beda, terutama bisa mewakili kesan produk lokal.

Warna coklat tua yang digunakan dengan solid juga efektif membangun kesan brand kopi yang hangat dan autentik.

Logo Avara – Coffee Street & Space

Strategi Visual Kombinasi Wordmark dan Ikon dalam Branding Kopi

Style logo wordmark ini memiliki gaya tipografi elegan dengan font serif modern yang memiliki dekorasi garis melengkung. Tipografi serif dekoratif ini memiliki kontras garis tebal dan tipis sehingga bergaya modern.

Gaya tipografi serif yang elegan ini memiliki ikon biji kopi yang ditempatkan pada huruf A di tengah. Style ruang negatif yang membentuk biji kopi mempertahankan kesederhanaan logo agar terlihat elegan.

Meski berukuran kecil, bentuk biji kopi akan langsung dikaitkan dengan brand minuman kopi tanpa harus membaca taglinenya.

Baca juga: Desain Logo Kombinasi Warna Emas dengan Warna Lain

Logo Aiko Coffee

 

Kombinasi ikon dan huruf pada logo ini juga menggunakan style ruang negatif agar tampil sederhana dan terlihat bersih. Gaya tipografi logo kopi ini menggunakan font sans serif yang tebal.

Gaya huruf tebal ini bergaya playful karena tata letak huruf tidak sejajar, serta bentuknya agak membulat. Ikon biji cangkir kopi dan biji kopi ditempatkan pada huruf O pada tipografi atas dan bawah.

Kedua ikon ini mewakili produk kopi dan kesan produk yang hangat, bentuk ikon terlihat jelas karena kombinasi warna hitam dan putih yang sederhana.

Logo Maudhut Kopi

Strategi Visual Kombinasi Wordmark dan Ikon dalam Branding Kopi

Branding kopi juga mengkombinasikan wordmark tebal yang membulat dan ikon cangkir kopi bergaya siluet. Gaya tipografi yang membulat ini untuk mempresentasikan brand kopi yang ramah dan santai.

Tipografi sans serif sederhana tersebut memiliki font tebal sehingga mudah untuk nama brand kopi dibaca. Bentuk ikon cangkir juga menyatu dengan baik dengan ikon huruf U untuk mencerminkan identitas kopi.

Kontras warna hitam dan putih tidak menciptakan desain sederhana tetapi juga membangun kesan kopi yang memiliki rasa otentik.

Baca juga: Gaya Desain Logo Geometris dalam Brand Fashion

Kesan Brand Kopi Dengan Wordmark dan Ikon

Branding kopi juga akan memilih style logo wordmark tidak sekedar menciptakan estetika sederhana. Gaya wordmark dan ikon kopi akan berguna sebagai pengantar rasa, suasana, dan pengalaman minum kopi. Wordmark dalam logo kopi sederhana agar ikon seperti biji kopi, uap, dan cangkir bisa terlihat jelas. Beberapa alasan mengapa kombinasi wordmark dan ikon kopi digemari seperti:

Mudah Dikenali dan Langsung Diasosiasikan dengan Kopi

Biasanya dalam logo wordmark seperti contoh di atas kebanyakan menyatukan huruf dengan bentuk kopi yang relevan. Ikon yang mewakili biasanya cukup familiar sehingga akan mudah dikenali.

Dari melihat ikon biji kopi atau cangkir pada salah satu huruf seperti pada logo Aiko Coffee audiens langsung tahu jenis bisnisnya. Dengan ikon kopi sederhana maka tidak akan butuh penjelasan tambahan atau tagline yang panjang.

Ramah dan Mudah Diakses

Style logo wordmark terasa lebih humanis daripada penggunaan simbol abstrak dengan makna yang tidak jelas. Ikon yang mencerminkan kopi seperti biji kopi dan cangkir sederhana dikenal secara universal.

Bentuk ikon cangkir dan biji kopi yang sederhana juga akan memberi kesan hangat dan bersahabat. Gayanya santai, tidak eksklusif yang berlebihan, dan cocok untuk ngopi sehari-hari.

Menguatkan Identitas Nama Brand

Kombinasi wordmark dan ikon kopi yang kecil akan menciptakan fokus pada tipografi utama sehingga nama lebih mudah diingat. Gaya tipografinya juga seringkali tampil sederhana sehingga membangun identitas yang kuat.

Ikon kopi berfungsi sebagai aksen, ukurannya yang kecil dan bentuknya yang sederhana tidak akan mengganggu keterbacaan. Melainkan bisa memperkuat cerita brand tanpa mengambil alih perhatian dari tipografi utama.

Fleksibel untuk Berbagai Media

Gaya logo wordmark dan ikon kopi kebanyakan memiliki visual yang sederhana dan bersih sehingga mudah diaplikasikan. Seringkali gaya logo ini menggunakan kombinasi warna hitam dan putih yang kontras, warna ini akan membuat logo tetap jelas.

Dalam konteks desain cup, signage, dan stempel, gaya logo wordmark ini akan tetap jelas dan tampil konsisten. Gaya logo ini juga membangun kesan brand kopi yang praktis, modern, dan adaptif.

Baca juga: Style Logo Wordmark dengan Ikon untuk Brand Makanan

Kapan Wordmark Tidak Cocok Untuk Logo Kopi

Meski sederhana dan efektif merepresentasikan identitas brand kopi, tetapi ada kalanya kurang relevan. Tidak semua konsep branding kopi akan cocok dengan gaya ini. Ada beberapa kondisi dimana wordmark akan kurang sesuai dan bisa melemahkan positioning brand kopi.

Ketika Brand Menguatkan kesan Super Premium dan Eksklusif

Jika ingin membangun konsep brand kopi yang mewah, berkelas tinggi, atau limited edition, gaya wordmark yang santai akan tidak relevan. Logo wordmark bisa terlihat terlalu santai, sederhana, dan terlalu umum. Brand kopi premium membutuhkan simbol misterius yang terasa eksklusif.

Ketika Nama Brand Terlalu Panjang atau Sulit Dibaca

Logo wordmark sangat bergantung pada keterbacaan dan kejelasan nama, jika namanya cukup panjang, maka tidak sesuai dengan style logo wordmark. Termasuk juga ketika menggunakan bahasa asing yang kompleks dan kombinasi kata yang sulit. Kombinasi wordmark dan ikon malah bisa mengurangi keterbacaan.

Ketika Brand Berencana Ekspansi Global

Jika brand memiliki rencana melakukan ekspansi global, gaya wordmark bisa menjadi tantangan. Hal ini karena bahasa dan alphabet menjadi tantangan, pengucapan bisa sulit jika terdapat huruf kombinasi wordmark dan ikon. Wordmark terlalu bergantung pada teks, padahal logo simbol lebih mudah dikenali lintas budaya.

Kesimpulan

Banyak logo kopi yang membangun strategi visual dengan mengkombinasikan wordmark dan ikon kopi secara sederhana. Gaya wordmark ini akan membangun kesan brand kopi yang membangun kesan hangat, komunikatif, dan mudah diingat. Ikon biji kopi dan cangkir meski berukuran kecil tetap jelas untuk mewakili bisnis kopi. Kombinasi ini juga tidak mengganggu keterbacaan nama brand karena bentuk ikon siluet dan sederhana.

Cek portofolio kami di Instagram @jasalogoid, atau langsung hubungi kami via WhatsApp di 087784907560. Kamu juga bisa cek konten kreatif kami di TikTok @jasalogo.id.

Related posts