Font Script yang Membangun Suara Brand dalam Logo Kuliner

Suara brand juga dibangun dari bentuk tipografi yang unik dan menarik, tipografi dalam logo bukan sekedar alat baca. Setiap gaya font dan bentuk hurufnya dapat menbabgun suara berbeda bergantung konteks visualnya. Dalam logo kuliner, font script dapat membangun suara brand yang dekat, hangat, dan lezat.

Penggunaan font script dalam logo kuliner cukup populer karena bisa menonjolkan rasa rumahan, hangat, dan akrab. Perbedaan bentuk huruf dan ketebalan font script akan menciptakan suara brand yang berbeda. Tipa font script dalam logo dapat berbicara dengan cara berbeda.

Bagaimana Font Script Membangun Suara Brand dalam Logo Kuliner?

Bentuk huruf font script dikenal seperti tulisan tangan sehingga umumnya membangun kesan personal dan hangat. Meski berbentuk mengalir seperti tulisan tangan, namun font script dapat membangun suara brand yang berbeda. Beberapa logo kuliner ini membangun suara brand dengan font script.

Read More
jasa-desain-logo-satu-hari-jadi

Logo Cahaya Bakery

Font Script yang Membangun Suara Brand dalam Logo Kuliner

Suara brand: Lembut, alami, dan penuh kehangatan.

Desain logo bakery ini menggunakan style logo emblem yang bergaya klasik namun sederhana dengan tipografi script sebagai fokus utama. Font script dalam logo ini memiliki gaya huruf yang tebal, lebih halus, dan elegan. Garis lengkungan huruf terasa ringan dan terkontrol, serta mudah dibaca.

Peran Script Membangun Suara Brand:

Font script tebal ini akan membangun kesan harmonis dan penuh perhatian, seperti mencerminkan roti buatan rumah.

Gaya huruf script yang ringan menciptakan suara brand yang lembut dan menenangkan, relevan dengan nama ‘cahaya’.

Tipografi script cocok untuk membangun suara brand bakery yang menampilkan kesan natural, tradisional, dan penuh ketulusan.

Font script disini tidak dominan yang agresif tetapi menciptakan brand terasa hangat dan bersahaja.

Baca juga: Tipografi Script Klasik dan Modern dalam Desain Logo

Logo Tine Cake & Bakery

Desain Logo Bakery Tine Cake & Bakery

Suara brand: Ceria, penuh energi, dan modern.

Gaya desain brand bakery ini menggunakan jenis logo wordmark sehingga font script memiliki peran dominan membangun suara brand. Font script pada logo kuliner ini memiliki gaya huruf yang lebih tebal dan dinamis, serta tampil lebih mencolok. Garis lekukan yang besar menciptakan ritme visual yang kuat.

Peran Script Membangun Suara Brand:

Font script tebal dan agak membulat ini menciptakan kesan ceria dan playful, cocok untuk cake dan dessert.

Bentuk huruf yang besar dan ekspresif menciptakan brand yang terasa energik dan percaya diri.

Gaya huruf tebal ini memberi kesan brand yang bersahabat namun bergaya modern, ini untuk menyasar pasar yang lebih luas dan kekinian.

Script dalam logo bakery ini bukan hanya soal kehangatan tetapi juga simbol keceriaan dan kesenangan.

Logo Warung Nambih

Font Script yang Membangun Suara Brand dalam Logo Kuliner

Desain logo tempat makan ini juga menggunakan style logo wordmark yang berfokus pada tipografi script tipis. Font script ini memiliki gaya huruf tipis dengan garis melengkung dan membuat, bukan lancip bergaya formal. Bentuk hurufnya mengalir lembut seperti ditulis dengan tangan sehingga berkesan akrab.

Peran Script Membangun Suara Brand:

Tipografi script tipis dengan garis melengkung bulat ini membangun kesan akrab dan membumi, terutama didukung oleh warna coklat. Gaya ini tampil seperti warung makan langganan bergaya lokal.

Bentuk huruf yang tidak kaki menciptakan suara brand yang santai dan komunikatif, seolah mengajak mengobrol.

Font script tipis disini seolah berbicara dengan nada hangat dan ramah, cocok mewakili brand warung makan tradisional.

Tipografi script dikombinasikan dengan line art jempol untuk membangun pesan bahwa makanan enak, direkomendasikan, dan memuaskan.

Baca juga: Contoh Kontras Gaya Huruf dalam Logo Wordmark

Kombinasi Font Script dan Warna untuk Membangun Emosi Brand

Tipografi dan warna bekerja seperti nada dan intonasi dalam mengkomunikasikan brand. Font script bisa mencerminkan cara bicara atau karakter brand, sementara warna mewakili emosi dan perasaan. Ketika dikombinasikan dengan tepat akan membangun identitas yang kuat tanpa membaca isinya.

Script dan Coklat atau Krem

Kombinasi font script dan warna coklat dalam desain logo sering ditemukan untuk logo bakery, cafe, dan warung makan. Kombinasi ini akan membangun kesan hangat, rumahan, dan tulis. Pada brand makanan akan memberi ras homemade, nostalgia, dan kenyamanan, cocok untuk brand yang ingin terasa dekat.

Script dan Pink atau Peach

Gaya tipografi script lembut dan memiliki font tipis dikombinasikan dengan warna pink akan memberi kesan feminim, manis, dan lembut. Style logo minimalis dengan kombinasi ini akan menciptakan karakter ramah dan penuh kasih. Kombinasi font script dan warna pink cocok untuk logo bakery, skincare, dan fashion wanita.

Script dan Hijau

Kombinasi tipografi script dan warna hijau akan membangun emosi brand yang alami, sehat, dan segar. Gaya huruf script yang lembut dan warna hijau akan cocok mencerminkan brand organik dan natural. Warna hijau pada tipografi script akan memperkuat kesan aman, jujur, dan tidak dibuat-buat.

Script dan Hitam atau Abu-abu

Kombinasi font script dan warna hitam pada desain logo akan membangun emosi brand yang elegan, dewasa, dan classy. Tipografi script yang halus dan tipis akan terasa lebih eksklusif dengan warna netral. Cocok untuk brand yang tampil tenang sangat mahal seperti fashion dan parfum.

Script dan Warna Merah atau Oranye

Gaya tipografi script dan warna merah atau oranye cocok untuk desain logo brand makanan. Kombinasi script dan merah akan membangun emosi yang hangat, penuh energi, dan menggugah selera. Kombinasi ini sering ditemui untuk logo restoran, rumah makan, dan street food.

Baca juga: Desain Logo Kombinasi Warna Emas dengan Warna Lain

Prinsip Penting agar Script dan Warna Efektif

Tipografi script cukup bervariasi bentuk dan ketebalannya yang bisa membangun emosi berbeda, termasuk ketika dikombinasikan dengan warna tertentu. Untuk menggunakan tipografi script dan memilih warna yang tepat pada desain logo penting memerhatikan hal ini.

Semakin emosional warnanya semakin sederhana warnanya

Jika menggunakan warna yang cukup emosional seperti oranye, merah, atau kuning, maka sebaiknya menggunakan tipografi yang sederhana. Penting untuk memastikan memilih tipografi script yang mudah dibaca jangan terlalu rapat. Hal ini dilakukan agar desain logo tidak berlebihan dan tampil profesional.

Semakin dekoratif scriptnya semakin netral warnanya

Jika menggunakan tipografi script dekoratif yang memiliki huruf rapat, tambahan elemen, hingga garis melengkung panjang. Misalnya jika font script cukup dekoratif bisa menggunakan warna netral seperti hitam atau abu-abu. Warna hitam pada latar putih akan memperjelas keterbacaan teks.

Gunakan script sebagai aksen utama, bukan semua teks

Pada desain logonya gunakan font script pada tipografi utama saja, jangan semuanya script karena akan sulit dibaca. Pada tipografi yang lebih kecil atau tagline gunakan font sans serif agar tampil kontras dan seimbang. Kombinasi script dan sans serif juga akan menciptakan hirarki visual.

Kesimpulan

Penggunaan tipografi script bukan sekedar alat estetis tetapi juga sebagai alat yang membangun karakter suara brand. Berbagai bentuk script yang tipis, tebal, dan bulat akan menciptakan suara berbeda, bergantung konteks visualnya. Perbedaan ketebalan, bentuk, dan goresan tersebut membuat setiap brand memiliki cara berbicara yang berbeda.

Cek portofolio kami di Instagram @jasalogoid, atau langsung hubungi kami via WhatsApp di 087784907560. Kamu juga bisa cek konten kreatif kami di TikTok @jasalogo.id.

Related posts