Ketika menciptakan desain grafis penting juga untuk menciptakan tampilan desain yang tidak membuat mata lelah. Pemilihan dan penerapan elemen visual yang kurang bijak bisa menciptakan desain yang kurang nyaman ketika dibaca. Desain yang bisa membuat mata lelah biasanya memiliki tata letak elemen yang buruk hingga pemilihan elemen yang tidak harmonis. 
Desain grafis bisa membuat audiens merasa lelah ketika melihatnya ketika memiliki keterbacaan yang buruk, warna yang tidak harmonis, hingga tata letak yang tidak beraturan. Keterbacaan yang buruk akan menyulitkan audiens memahami pesan dalam desain tersebut. Ada banyak faktor yang membuat desain kurang efektif dan terlihat buruk, terutama desain yang membuat mata lelah.
CIRI DESAIN YANG MEMBUAT MATA LELAH
Mata audiens bisa mudah lelah ketika melihat dan membaca desain grafis ketika desain memiliki visual yang buruk1. Tidak hanya keterbacan yang terganggu, tampilan visual desain akan jadi kurang menarik perhatian. Hindari beberapa hal ini agar desain tidak mudah membuat audiens merasa lelah ketika membaca desain.
Tidak Memiliki Hirarki yang Jelas

Ketika audiens melihat sebuah desain dengan informasi yang kompleks, teks yang tidak tertata dengan baik akan menyulitkan audiens saat membacanya. Teks-teks dalam desain harus disusun sesuai tingkat kepentingan dengan rapi sehingga memudahkan alur pembacaan informasi yang jelas. Jika desain tidak memiliki hirarki yang jelas, audiens bisa kebingungan harus membaca informasi dari mana dahulu.
Audiens bisa merasa lelah ketika harus membaca informasi dengan tata letak berantakan karena matanya harus beralih dari satu informasi ke informasi lainnya dengan kurang mulus. Hirarki teks yang jelas akan memudahkan audiens membaca informasi dalam desain sesuai urutannya. Informasi akan mudah dibaca dan tidak membuat mata audiens kebingungan dalam memahami urutan kepentingan informasi.
Baca juga: Elemen-elemen Hirarki Visual dalam Desain Grafis
Ukuran Teks yang Sama Semua
Desain grafis juga bisa buruk untuk dibaca audiens ketika memiliki ukuran teks yang sama semua. Ini menunjukkan teks tidak memiliki hirarki dan perbedaan yang jelas antar informasi. Setiap judul, sub judul dan tubuh teks umumnya akan memiliki perbedaan ukuran agar lebih mudah dibaca.
Jika kurang semua jenis teks sama audiens bisa kebingungan dalam memahami dan membaca pesan. Mata audiens bisa kurang nyaman saat membaca teks desain yang tidak memiliki perbedaan ukuran.
Tidak hanya memudahkan alur pembacaan, perbedaan ukuran juga bisa membuat desain tampil lebih menarik. Ukuran yang terlalu kecil bisa membuat penglihatan audiens cepat lelah ketika membaca informasi dalam desain.
Kombinasi Warna yang Tidak Kontras dan Harmonis

Visual desain juga bisa menyulitkan audiens atau pembaca jika warnanya tidak kontras atau kurang harmonis. Kurangnya kontras antara teks dan latar belakang bisa membuat mata sakit saat membaca desain. Kombinasi-kombinasi warna yang tidak tepat tidak hanya menyulitkan pembacaan tetapi dapat membuat mata sakit.
Kombinasi warna yang buruk biasanya jika mengkombinasikan warna yang berlawanan tanpa memerhatikan saturasi dan value. Salah satu warna harus digunakan dalam shade yang lebih gelap agar menciptakan kontras yang jelas dan tidak membuat mata sakit. Desain dengan kombinasi warna yang buruk akan membuat desain terlihat tidak profesional dan tidak menarik.
Baca juga: Tips Mengatur Kerning untuk Meningkatkan Tipografi
Antar Teks tidak Memiliki Jarak
Pada desain yang memiliki banyak teks, penting untuk membagi paragraf ke dalam beberapa baris agar mudah dibaca. Terkadang jika paragraf terlalu panjang dapat membuat mata audiens sakit, terutama jika jaraknya terlalu padat. Jarak antar baris paragraf harus memiliki ruang yang cukup sehingga mudah dan nyaman untuk dibaca.
Paragraf yang terlalu panjang lebih mudah membuat audiens merasa lelah daripada paragraf yang pendek. Pisahkan paragraf ke dalam beberapa baris dan atur jarak antar baris yang cukup. Mata audiens akan lebih mudah lelah ketika membaca desain dengan teks panjang tanpa jeda.
Terlalu Banyak Warna dan Elemen Dekorasi

Desain grafis juga akan menyulitkan audiens jika menggunakan terlalu banyak warna dan elemen dekorasi. Dekorasi yang kompleks bisa membuat pusing audiens karena akan membuat audiens kesulitan fokus pada elemen yang penting. Audiens bisa pusing dan lelah melihat desain yang memiliki elemen kompleks, kesederhanaan harus diutamakan untuk meningkatkan efektivitas desain.
Terlalu banyak kombinasi warna dalam desain akan membuat tampilan visual berantakan dan membingungkan. Audiens bisa kesulitan fokus ketika melihat desain, ini juga bisa membuat mata cepat lelah. Harus ada perbedaan dan fokus yang jelas pada informasi dan elemen penting, sehingga fokus audiens ketika melihat desain tidak terbagi.
5 ELEMEN UNTUK MENCIPTAKAN DESAIN GRAFIS YANG BAIK
Ada elemen-elemen utama yang memengaruhi visual desain yang bisa membuat mata mudah lelah. Elemen visual ini bisa memengaruhi keterbacaan, tampilan visual dan efektivitas penyampaian pesan.
Tipografi
Tipografi menjadi elemen penting yang memengaruhi tampilan desain, pemilihan yang salah akan membuat kesulitan dalam membaca informasi. Jenis font dan gaya huruf yang digunakan bisa membuat mata audiens cepat lelah jika tidak dipilih dengan tepat. Keterbacaan yang baik harus diutamakan ketika memilih dan mengatur font dalam desain.
Desain dengan gaya font rumit yang sulit dibaca seperti script atau display bisa meningkatkan kelelahan mata audiens. Mata audiens dapat mudah merasa lelah jika desain memiliki keterbacaan yang buruk dengan gaya tipografi yang rumit. Penting untuk memilih font mudah dibaca, ukuran tepat dan warna teks yang kontras dalam desain.
Baca juga: Cara Memilih Tipografi Sesuai Jenis Brand dan Rekomendasi Font
Keterbacaan
Untuk memastikan tipografi terbaca dengan baik, tidak hanya memilih jenis font, tetapi gaya font hingga ukuran harus diperhatikan. Desain yang memiliki keterbacaan buruk akan membuat audiens malas membaca informasi. Gaya huruf harus dibedakan setiap teksnya agar meningkatkan keterbacaan.
Font judul dapat dibuat lebih tebal agar mudah terbaca, sementaara paragraf yang memiliki ukuran kecil akan lebih mudah dibaca jika menggunakan gaya font light atau tipis. Ukuran dan skala antar jenis teks juga harus terlihat harmonis untuk menciptakan alur pembacaan dari informasi penting dahulu. Keterbacaan juga harus diperhatikan dengan mengatur kerning dan leading teks.
Hirarki
Seperti yang sudah dibahas, hirarki adalah salah satu prinsip dasar yang penting dalam merancang desain grafis. Desain yang tidak memiliki hirarki tidak hanya tampak buruk tetapi juga mudah membuat audiens kesulitan membaca informasi dalam desain. Hirarki akan membantu mengarahkan pembacaan audiens pada informasi penting, sehingga mata audiens tidak perlu kesulitan mencari informasi utama.
Kontras
Ketika ingin menciptakan desain yang tidak membuat penglihatan cepat lelah desain harus memiliki kontras yang jelas. Kontras dalam desain ini mencakup kontras warna, ukuran, bentuk elemen, dan font. Ini bertujuan untuk menciptakan hirarki, penekanan, dan tampilan visual yang menarik. Tanpa kontras desain bisa membosankan dan menyulitkan audiens mengikuti alur pembacaan.
Ruang Negatif
Desain grafis tanpa ruang negatif akan terlihat padat dan sulit untuk melihat perbedaan informasi atau antar elemen. Ruang negatif akan memberikan jeda atau ruang bernafas pada pembaca ketika membaca dan melihat desain. Desain yang padat tanpa ruang negatif atau jarak antar elemen, lebih cepat membuat audiens lelah karena tidak ada ruang istirahat ketika melihat desain.
KESIMPULAN
Ketika merancang desain grafis, tidak hanya fokus menciptakan visual yang memikat tetapi kenyamanan audiens juga perlu diperhatikan. Untuk pening menghindari membuat desain grafis yang bisa membuat mata audiens cepat lelah. Ini berlalu untuk tipe desain yang memiliki banyak informasi disampaikan seperti infografis, brosur, website dan konten sosial media. Hindari hal-hal yang membuat desain grafis memiliki visual dan keterbacaan buruk karena bisa membuat mata mudah lelah.
Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi juga laman instagram jasalogo.id disini.
- What is readability in graphic design. (2024, Feb 16). Creatopy. https://www.creatopy.com/blog/what-is-readability/amp/ ↩︎
