Tipografi dalam desain logo yang beda gaya dan bentuk huruf akan menciptakan karakter brand yang berbeda. Teks logo tidak sebagai penunjuk nama brand tetapi juga mewakili identitas dan citra perusahaan. Penting untuk memilih gaya tipografi logo modern yang sesuai bidang usaha agar menciptakan karakter yang kuat.
Desain logo untuk berbagai bisnis UMKM modern banyak yang menggunakan gaya sederhana tetapi ingin tampil ramah. Yang mana ini membuat logo UMKM modern banyak yang menggunakan tipografi ramah seperti script dan handwritten. Gaya font yang menciptakan kesan ramah dan dekat banyak digunakan pada logo UMKM modern.
Tips Memilih Tipografi untuk Logo UMKM
Berbagai bisnis UMKM modern dapat menggunakan gaya tipografi apapun yang sesuai dengan identitas dan karakter brand. Namun penting untuk memilih gaya huruf yang tepat agar mencerminkan identitas brand sesuai bidang usaha. Perhatikan beberapa hal ini agar memilih gaya tipografi yang sesuai:
Sesuaikan dengan Karakter Bisnis
Bidang Seni & Hiburan:

Untuk desain logo dalam bidang seni dan hiburan seperti logo Teman Musik Entertainment ini gunakan gaya tipografi yang memiliki kesan kreatif dan inovatif. Bidang usaha seni dan hiburan menekankan bisnis yang mengutamakan kreativitas dalam berkarya. Untuk itu cocok menggunakan tipografi script atau handwriting seperti logo musik ini, untuk memberi kesan kreatif, inovatif dan penuh jiwa. Gaya huruf tulisan tangan akan menciptakan kesan personal dan mewakili nilai artistik buatan tangan.
Bidang Olahraga dan Aktivitas Dinamis:

Dalam bidang usaha olahraga akan membutuhkan tipografi yang berkarakter kuat, tegas, dan tebal. Gaya huruf pada logo Skena Play memiliki font tebal dan huruf miring, dengan kombinasi warna cerah. Gaya tipografi tebal dan miring ini cocok untuk menciptakan kesan energik, pergerakan cepat, dan semangat dalam bidang olahraga.
Tonjolkan Nuansa Homey atau Personal
Kuliner Rumahan atau Usaha Kecil:

Desain logo untuk bidang usaha kuliner biasanya akan sesuai dengan gaya tipografi bergaya homey dan ramah seperti pada logo Sel’s Kitchen. Gaya font pada logo kuliner ini menggunakan font handwriting kasual yang memberi kesan hangat, ramah, dan personal.
Untuk logo kuliner penggunaan font bergaya ramah dan personal terlihat lebih sesuai karena membuat brand memiliki dapur yang ramah dan dekat pelanggan. Font tulisan tangan juga bisa mencerminkan produk makanan rumahan, yang seakan-akan setiap hidangan dibuat dengan sentuhan pribadi.
Baca juga: Mengenal Kesan Font Sans Serif Rounded dalam Logo Modern
Perhatian Aspek Tradisi dan Budaya
Fashion & Produk Etnik:

Penting juga ketika menciptakan logo UMKM dengan bisnis lokal atau memiliki produk etnik harus disesuaikan tradisi dan budaya. Contohnya pada logo Rasarayabatik ini menggunakan gaya tipografi script untuk brand fashion batik. Tipografi script ini memiliki gaya huruf bersambung dan lerngkungan klasik untuk menonjolkan nilai estetika, tradisional, dan eksklusif. Gaya huruf miring dengan garis lengkung halus pada brand fashion ini menekankan keanggunan dan kesan elegan.
Kombinasikan Font Modern dan Klasik untuk Kesan Premium
Cafe dan Produk Premium:

Sementara itu logo UMKM yang ingin tampil premium gunakan kombinasi gaya font kontras seperti pada logo Renysme Bakery & Cafe. Gaya tipografi brand bakery ini memiliki kombinasi font script modern dan font serif klasik, ini menciptakan kesan ramah dan profesional. Kontras gaya huruf pada style logo minimalis menciptakan kesan brand bakery yang berkesan premium dan elegan. Kombinasi font tidak hanya kontras tetapi juga terlihat harmonis karena memiliki gaya huruf yang sesuai karakter bidang usaha.
Pertimbangkan Audiens Utama
Ketika memilih gaya tipografi logo UMKM yang sesuai bidang usaha jua harus memperhatikan target pasarnya.
Untuk target pasar anak muda gunakan gaya tipografi playful, bold, atau modern lebih cocok.
Jika target audiens kalangan profesional gunakan font berkesan serius dan formal, seperti sans serif dan serif.
Sementara target pasar internasional akan lebih cocok dengan font sederhana agar mudah dibaca dan mudah beradaptasi dalam berbagai budaya.
Baca juga: Logo dengan Font Script Tipis: Kesan Manis, Halus, dan Profesional
Tren Tipografi dalam Desain Logo UMKM Modern
Dalam desain logo UMKM juga ada tren gaya tipografi yang populer dan sering digunakan terutama biasanya satu bidang usaha banyak memiliki karakter yang sama. Gaya tipografi dalam logo UMKM banyak menggunakan font sederhana yang ramah agar terasa dekat dengan konsumen. Biasanya tren tipografi dalam logo UMKM memiliki gaya huruf seperti:
Minimalis tapi Bermakna
Bisnis UMKM banyak yang menggunakan style logo sederhana agar nama brand mudah diingat dan dikenali. Untuk itu banyak menggunakan gaya font sederhana, bersih, dan mudah dibaca karena:
Logo harus mudah digunakan dalam berbagai media dan ukuran seperti kemasan, banner, dan konten media sosial.
Tren desain global cenderung kearah flat design dan visual yang sederhana, tidak heran bila UMKM lokal ikut mengadopsi gaya tipografi sederhana.
Personal dan Terasa Dekat
Logo UMKM lebih banyak menggunakan gaya font bulat atau tulisan tangan agar menciptakan citra brand yang lebih personal. Dengan gaya font tulisan tangan, brand akan memiliki kesan yang terasa dekat dengan konsumen. Untuk itu tipografi script atau handwriting kasual sering dipilih agar logo tampil:
Terlihat hangat dengan font casual script dan handwriting kasual.
Tidak terlalu korporat atau serius seperti logo perusahaan besar.
Menciptakan sentuhan personal seolah-olah produk dibuat khusus untuk pelanggan.
Baca juga: Mengenal Kesan Font Sans Serif Rounded dalam Logo Modern
Mengapa Brand Kuliner Banyak Menggunakan Font Handwriting?
Dari tren desain logo UMKM modern yang menggunakan font sederhana yang bergaya ramah, brand kuliner lebih sering menggunakan font handwriting. Gaya font tulisan tangan yang memiliki gaya huruf bersambung dan huruf tidak bersambung akan tetap tampil ramah. Ada alasan mengapa brand kuliner lebih cocok dengan font handwriting karena:
Memberi Kesan Homemade dan Ramah
Gaya tipografi logo UMKM produk kuliner kebanyakan buatan rumah dan pribadi sehingga cocok menggunakan font tulisan tangan. Biasanya font handwriting memiliki gaya huruf bulat untuk menciptakan nuansa ramah dan buatan tangan. Tulisan tangan dalam logo kuliner akan terasa seperti tulisan resep dapur turun temurun yang berkualitas.
Menciptakan Pengalaman Emosional
Bisnis UMKM kuliner biasanya ingin menciptakan pengalaman emosional ketika makan bersama keluarga atau teman seperti di rumah sendiri. Suasana yang homey dan cozy dapat diciptakan dengan gaya tipografi handwriting kasual dan bulat. Tipografi akan menciptakan logo kuliner yang membuat konsumen merasakan kedekatan.
Membedakan dari Brand Besar
Logo kuliner brand besar biasanya menggunakan style tipografi sederhana dan kaku seperti font sans serif. Berbeda bisnis UMKM kecil yang menggunakan font handwriting akan tampil beda. Identitas yang diciptakan tipografi handwriting pada logo UMKM akan tampil lebih personal dan ramah.
Kesimpulan
Untuk tipografi logo UMKM modern yang memiliki desain sederhana dan ramah, akan cocok menggunakan font ramah seperti script atau handwriting kasual. Logo UMKM tidak sekedar memilih font untuk estetika semata tetapi juga strategi branding. Gaya font seperti script lebih sesuai untuk bidang usaha fashion, seni, dan bakery. Beda lagi dengan font bold sans serif cocok untuk logo olahraga. Sementara kombinasi serif dan script dalam desain logo akan lebih cocok untuk bidang usaha yang tampil premium dan mewah. Selalu pilih tipografi logo sesuai bidang usaha agar menarik perhatian.
Cek portofolio kami di Instagram @jasalogoid, atau langsung hubungi kami via WhatsApp di 087784907560. Kamu juga bisa cek konten kreatif kami di TikTok @jasalogo.id.












