Cara untuk Memastikan Adanya Keteraturan Visual dalam Desain

Untuk merancang desain yang efektif penting untuk memastikan prinsip-prinsip dalam desain seperti keteraturan. Sebuah desain haruslah memiliki keseimbangan dan keteraturan visual dengan memerhatikan tata letak elemen. Dalam merancang desain untuk aplikasi digital atau web design penting untuk memastikan desain memiliki keteraturan visual agar desain efektif.

Cara untuk Memastikan Adanya Keteraturan Visual dalam Desain

Prinsip keteraturan visual dalam desain berguna memastikan bahwa setiap elemen memiliki alasan untuk berada pada semua tempatnya. Prinsip Ini diterapkan pada desain interface atau antarmuka pengguna untuk memastikan elemen memiliki fungsi, alasan dan tujuan untuk berada tempat dimana elemen ditempatkan. Memastikan hal ini berguna untuk memudahkan akses pengguna ketika menggunakan antarmuka pengguna.

Prinsip ini menekankan betapa pentingnya struktur dan tata letak yang terorganisir pada sebuah desain. Elemen-elemen dalam desain seperti warna, teks, gambar, atau tombol harus diterapkan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Elemen seperti ini tidak boleh muncul secara acak atau tanpa alasan yang jelas.

Read More
jasa-desain-logo-satu-hari-jadi

BEBERAPA CARA MEMASTIKAN KETERATURAN DALAM DESAIN

Mengatur tata letak elemen dengan memastikan alasan yang jelas dilakukan agar menciptakan antarmuka yang mudah dipahami, efisien dan efektif. Penempatan elemen dalam prinsip ini harus menyampaikan pesan dan memiliki tujuan yang jelas. Berikut beberapa cara untuk memastikan keteraturan visual dalam desain antarmuka pengguna:

Pahami Tujuan dan Konteks

Untuk menempatkan elemen pada desain dengan tepat penting untuk memahami tujuan konteks penggunaan elemen. Dengan memahami tujuan dari antarmuka yang akan didesain akan memudahkan untuk menempatkan dengan alasan yang jelas. Penting untuk memahami apa saja fungsi dan pesan dalam antarmuka tersebut.

Pahami juga siapa target pengguna dari antarmuka ini, dan bagaimana kemungkinan pengguna akan menggunakan desainnya. Ini akan membantu untuk menempatkan elemen setiap elemen dengan alasan dan tujuan yang jelas. Penempatan elemen yang disesuaikan dengan tujuan antarmuka akan memberikan kemudahan akses pengguna.

Tentukan Hierarki Elemen

Cara untuk Memastikan Adanya Keteraturan Visual dalam Desain

Dalam memastikan elemen memiliki alasan penempatan yang jelas, penting pula memerhatikan hirarki elemen. Biasanya setiap elemen memiliki kepentingan yang berbeda, urutan penempatannya pun harus disesuaikan dengan tingkat kepentingannya. Penting memastikan elemen-elemen yang penting ditempatkan dimana audiens akan fokus pertama kali ketika melihat antarmuka.

Tempatkan elemen yang lebih penting pada tempat yang mencolok dan bisa menarik perhatian audiens. Atur ukuran dan gaya desainnya agar elemen penting lebih menonjol daripada yang lain. Tempatkan juga elemen utama pada tempat strategis agar bisa menarik perhatian pengguna antarmuka.

Baca juga: 7 Hal Penting Untuk Mencapai Hirarki Visual dalam Desain

Flow (Alur)

Cara untuk Memastikan Adanya Keteraturan Visual dalam Desain

Dalam desain antarmuka agar tata letak elemen jelas dan logis penting untuk mengatur alur atau urutan pengalaman pengguna. Alur penempatan elemen yang logis akan memberikan kemudahan akses pengguna. Alur elemen sangat berpengaruh dalam menciptakan keteraturan visual dalam desain.

Untuk itu elemen desain harus ditempatkan sesuai langkah-langkahnya, agar memiliki alasan penempatan yang jelas. Urutan langkah-langkah dalam desain antarmuka pengguna disesuaikan dengan keinginan dan pengalaman yang diharapkan pengguna. Tempatkan elemen sesuai dengan urutan langkah-langkah dengan bijak.

Baca juga: Tips Mengatur Flow dalam Desain untuk Mengarahkan Audiens

Wireframing dan Prototyping

Wireframing dan Prototyping

Dalam merancang desain antarmuka pengguna yang memudahkan untuk menempatkan elemen secara visual gunakan wireframing dan prototyping. Wireframing sendiri merupakan kerangka kawat yang digunakan untuk mengatur unsur memberikan gambaran dasar pada setiap halaman web atau aplikasi. Ini juga dikenal dengan sebutan cetak biru UI dan UX designer.

Prototyping ini juga didefinisikan sebagai proses untuk simulasi sebuah sistem dan dapat dibuat dengan cepat. Ini berguna untuk mengecek apakah desain Ui/UX sudah sesuai dengan harapan. Wireframing dan prototyping berguna juga melihat bagaimana tata letak unsur dan elemen dalam antarmuka sudah sesuai dengan gambaran yang diharapkan atau belum.

Perhatikan Konsistensi Elemen

Dalam penempatan elemen desain penting untuk memerhatikan konsistensi tata letaknya. Tata letak dalam antarmuka pengguna harus diperhatikan apakah memberikan kemudahan akses dan memperindah tampilannya. Desain antarmuka pengguna biasanya memiliki banyak elemen, tetapi bergantung pula pada kompleksitas fitur yang tersedia.

Pada elemen yang kompleks penting untuk memastikan konsistensi tata letak, warna, teks dan gambarnya. Tata letak elemen dalam antarmuka harus jelas, dan tidak boleh ada yang tidak penting. Pastikan semua elemen konsisten agar terlihat rapi dan terorganisir dengan baik. Misalnya elemen yang serumpun atau mirip bisa ditempatkan dengan seragam.

Pertimbangkan Tingkat Responsivitas Elemen

Desain antarmuka harus responsif dan memiliki keteraturan visual. Ketika elemen ditempatkan dengan teratur maka desainnya akan tetap sama meski diakses dari berbagai jenis perangkat dan ukuran yang berbeda. Perhatikan penataan elemennya agar bisa responsif dan beradaptasi dengan baik.

Pastikan juga ketika antarmuka dibuka pada ukuran layar, penempatan elemen tidak banyak yang berubah, usahakan tetap sama. Ini untuk menghindari kebingungan pengguna ketika mengakses antarmuka. Untuk itu pastikan tata letak elemennya tetap masuk akal dan berfungsi dengan baik pada semua perangkat.

Keterbacaan dan Navigasi

Tulisan dalam desain dapat memengaruhi keteraturan visual, antara jenis font dengan berbagai elemen lainnya harus memiliki kesinambungan. Jika jenis font terlihat cocok dengan tema desain dan semua elemen lainnya maka ini akan menciptakan harmoni visual yang menarik. Teks dalam antarmuka pengguna pada prinsip ini teks juga harus memiliki fungsi yang jelas.

Semua tulisan dalam sebuah antarmuka pengguna harus memiliki tujuan yang jelas pula. Selain itu penting sekali memilih font yang bisa meningkatkan keterbacaan informasi. Pastikan untuk menentukan urutan elemen yang logis dan tempatkan elemen-elemen untuk memudahkan navigasi.

Baca juga: Susunan Elemen yang Menarik untuk Desain Banner Online

Feedback Pengguna

Penting juga untuk mengecek apakah keteraturan desain memudahkan pengguna atau tidak. Lakukan uji coba untuk melihat respon pengguna, kumpulkan saran dan umpan balik dari pengguna. Umpan balik ini berguna untuk mengetahui penempatan elemen yang bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan pengguna. Sehingga desain yang memiliki keteraturan visual menarik.

KESIMPULAN

Dalam menciptakan keteraturan visual desain, penting untuk memerhatikan tata letak elemen dengan tujuan yang jelas. Elemen dalam desain ditempatkan dengan alasan dan tujuan yang jelas. Tidak ada elemen dalam antarmuka pengguna yang ditempatkan begitu saja tanpa fungsi dan alasan. Menempatkan tata letak sesuai fungsinya ini akan memudahkan pengguna menemukannya.

Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi juga laman instagram jasalogo.id disini.

Related posts