Bisnis pertanian berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pokok pangan nasional. Sebagai negara agraris hasil pertanian adalah salah satu penghasilan terbesarnya. Namun karena pembangunan terus dilakukan lahan semakin sempit, Untuk bisnis pertanian hidroponik bisa menjadi solusi.
PERTANIAN HIDROPONIK
Pertanian dengan sistem hidroponik menjadi solusi bagi yang tak punya lahan luas. Hidroponik adalah sistem pertanian yang tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam namun hanya air dan diberi nutrisi secara berkala. Cara menanam pertanian hidroponik dengan cara bibit tanaman ditanam pada gabus atau media sejenis dan diletakkan pada media air yang sudah diberi nutrisi.
PH air diatur dengan cara diukur agar tidak lebih atau kurang sesuai dengan kebutuhan, airnya juga harus diganti secara berkala. sebenarnya cara tanam akan berbeda bergantung sistem hidroponik yang mana yang digunakan. Wadah pertanian hidroponik pun simpel bisa menggunakan bak atau botol bekas, ada juga yang di pipa atau wadah yang lain tanpa menggunakan tanah.
Pertanian dengan sistem hidroponik menawarkan sistem ramah lingkungan dengan menggunakan botol bekas, bak bekas atau pipa bekas sebagai media tanam.
BEBERAPA KELEBIHAN BISNIS PERTANIAN HIDROPONIK
- Hemat air
- Mudah mengontrol nutrisi
- Pertumbuhan tanaman lebih cepat
- Penggunaan lahan yang lebih sedikit
- Kemungkinan hasil panen yang tinggi
- Pendendalian hama dan penyakit lebih mudah
Hemat air
Pertanian dengan sistem hidroponik tidak membutuhkan banyak air. Jika dibandingkan pertanian konvensional kamu perlu sering menyiram tanaman, bahkan ada beberapa tanaman yang membutuhkan banyak air.
Pertanian hidroponik membutuhkan air yang lebih sedikit, dan airnya juga dapat di daur ulang dalam sistem tertutup. Pertanian hidroponik bisa dijalankan meski sedang kemarau karena tidak butuh banyak air. Ini juga bisa menjadi solusi untuk daerah yang sering kekeringan.
Mudah mengontrol nutrisi
Sistem hidroponik memudahkan untuk mengontrol nutrisi tanaman, Jumlah nutrisi yang diberikan bisa sesuai kebutuhan airnya dan bisa diatur secara presisi. Pemberian nutrisi yang tepat bisa mudah dalam mengontrol pertumbuhan tanaman.
Penting untuk mengatur PH air yang ideal di kisaran 5.5 – 6.5 sehingga tanaman bisa tumbuh lebih optimal. Jika PHnya di kisaran 3 – 5 dan suhunya diatas 26 derajat tanaman bisa membusuk dan berjamur.
Pertumbuhan tanaman lebih cepat
Kelebihan lain adalah tanaman hidroponik bisa tumbuh lebih cepat dari tanamn yang ditanam di tanah. Hal ini dipengaruhi karena nutrisi tanaman terpenuhi dengan optimal, tanaman tidak perlu kesusahan mencari nutrisi dari dalam tanah. Dengan tumbuh lebih cepat bisa segera ditanam tanaman lagi dan bisa segera dijual lagi.
Penggunaan lahan yang lebih sedikit
Salah satu kelebihan pertanian hidroponik adalah tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga bila kamu tinggal dikota dan lahan rumah sempit kamu masih menghasilkan tanaman hidroponik yang banyak. Kamu bisa memanfaatkan Lahan sempit di samping dan belakang rumahmu, kamu juga bisa memanfaatkan botol bekas dirumahmu.
Bisnis pertanian hidroponik juga bisa menjadi pilihan bagi yang tinggal di tanah yang tidak subur. Kamu bisa menghasilkan hasil pertanian meskipun tanah daerah tidak subur karena hidroponik tidak membutuhkan tanah dan hanya air.
Kemungkinan hasil panen yang tinggi
Adanya kontrol nutrisi yang baik tentu saja mempengaruhi kualitas hasil panen. Sistem hidroponik bisa menghasilkan hasil panen banyak dan dalam waktu singkat. Setelah dibersihkan media tanamnya pun bisa ditanami lagi. Tidak perlu menunggu adanya musim untuk bertani seperti petani konvensional.
Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah
Sistem hidroponik tidak membutuhkan media tanah sehingga mengurangi resiko hama dan penyakit dari tanah. Bila ada hama pun mudah diatasi dengan cara yang lebih efektif.
KEKURANGAN BISNIS PERTANIAN HIDROPONIK
- Biaya awal yang tinggi
- Kesulitan manajemen sistem
- Ketergantungan pada energi listrik
- Resiko kegagalan sistem
- Kekurangan pengalaman petani
- Jenis tanamannya terbatas
Biaya awal yang tinggi
Sistem hidroponik butuh alat yang banyak untuk menanamnya, jika menggunakan pipa kamu perlu beli pipa dan menyusunnya lagi sesuai kebutuhan. Belum lagi membeli nutrisi dan alat pengukur PH. Sistem hidroponik membutuhkan banyak biaya saat memulai biaya seperti untuk peralatan, instalasi, serta pengaturan dan pemeliharaan sistem.
Kesulitan manajemen sistem
Untuk mengoperasikan sistem hidroponik juga tidak mudah, belum lagi kamu harus paham soal pengaturan nutrisi yang tepat serta pengukuran PH dan suhu ruang. Perlu juga untuk memahami sistem teknologi yang digunakan dalam sistem hidroponik.
Ketergantungan pada listrik
Sayangnya meskipun cukup efisien dalam memanfaatkan lahan sempit, sistem hidroponik membutuhkan banyak energi listrik untuk mengatur suhu, pencahayaan dan pompa sirkulasi air. Jika hidroponik terlalu bergantung pada listrik ini bisa menambah biaya yang lebih banyak.
Resiko kegagalan sistem
Ada kekhawatiran juga sistem hidroponik mengalami kegagalan, seperti pompa air yang rusak, kebocoran pipa atau alat lain yang tidak berjalan seharusnya, Hal ini bisa menyebabkan kegagalan panen dan tanaman bisa rusak atau membusuk.
Kurangnya pengalaman petani
Sama halnya dengan sistem pertanian lain, pertanian hidroponik juga membutuhkan pengalaman dalam bertani, karena sistem hidroponik sedikit rumit dan butuh pengetahuan yang luas.
Jenis tanamannya terbatas
Jenis tanaman yang bisa ditanam di media hidroponik terbatas tidak seperti media tanah yang semua tanaman bisa ditanam. Meskipun banyak tanaman sayuran yang bisa ditanam dengan metode hidroponik, namun ada beberapa yang tidak sesuai dengan sistem ini.
Dalam sistem hidroponik yang memiliki kekurangan, nyatanya banyak petani modern yang mulai beralih ke sistem hidroponik, karena hasil yang lebih besar dalam waktu singkat. Selain itu efisien dalam penggunaan sumber daya seperti air dan tidak membutuhkan lahan yang luas.
Bagi kamu yang membutuhkan jasa desain logo, Hubungi jasalogo.id dan dapatkan tawaran promo yang menarik.












