Penerapan Prinsip Penekanan dalam Desain Grafis

Prinsip-prinsip dasar dalam desain grafis berguna untuk dijadikan landasan dalam menciptakan desain yang efektif. Salah satu prinsip dasar desain adalah penekanan, prinsip ini berfokus untuk memberikan penekanan dan sorotan pada elemen tertentu. Penerapan prinsip penekanan dalam desain akan membantu untuk desain memiliki titik fokus pada informasi penting.

Penerapan Prinsip Penekanan dalam Desain Grafis

Prinsip penekanan ini digunakan dalam desain untuk menciptakan titik fokus utama atau inti dari pesan desain. Titik fokus ini akan menjadi fokus utama yang bisa menarik perhatian audiens ketika melihat desain. Penerapan prinsip ini melibatkan sejumlah elemen visual dalam desain untuk menyoroti area tertentu dalam sebuah desain. 

Pemberian penekanan pada area tertentu ini dilakukan agar area atau titik tersebut menjadi titik fokus yang menarik perhatian. Perlu dipahami jika prinsip penekanan tidak sama dengan kontras. Kontras berfokus memberikan kejelasan elemen agar mudah terbaca dan terlihat, sementara prinsip berfokus menciptakan titik fokus utama dalam desain. Simak artikel ini untuk mengetahui cara penerapan prinsip penekanan dalam desain yang efektif.

Read More

PENERAPAN PRINSIP PENEKANAN DALAM DESAIN GRAFIS 

Penerapan prinsip penekanan dalam desain akan membantu desain memiliki titik fokus utama yang menjadi inti dari pesan desain. Hal ini akan membantu audiens memahami pesan desainnya. Berikut beberapa cara penerapan prinsip penekanan dalam desain grafis:

Gunakan Warna Kontras

Penerapan Prinsip Penekanan dalam Desain Grafis

Dalam desain penggunaan warna yang kontras dalam desain akan membantu untuk menciptakan penekanan. Gunakan warna kontras yang berbeda dengan warna elemen lain di sekitar area fokus utama. Hal ini dapat menjadi cara efektif untuk menonjolkan elemen tertentu dalam sebuah desain. 

Titik fokus dalam desain harus memiliki penekanan yang kuat dengan menggunakan warna kontras yang berbeda. Pastikan warna kontras yang dipilih tidak mengganggu tampilan visual desain. Warna kontras tidak harus yang berseberangan dalam roda warna, selama warna bisa memberikan perbedaan yang jelas. Misalnya bisa menggunakan warna cerah pada area utama jika area lainnya menggunakan warna gelap atau warna netral.

Elemen tersebut akan terlihat menonjol dalam ruang desain. Begitu pula sebaliknya bisa menggunakan warna tajam atau gelap pada area titik fokus utama jika warna elemen lainnya sudah berwarna cerah. Penting untuk memilih warna kontras yang tepat agar menciptakan harmoni.

Baca juga: Eksplorasi Jenis-jenis Komposisi dalam Desain Grafis

Mengatur Ukuran Elemen

Penerapan Prinsip Penekanan dalam Desain Grafis

Dalam menerapkan prinsip penekanan untuk menonjolkan titik fokus utama dengan mengatur ukuran elemen. Gunakan ukuran yang berbeda-beda untuk menyoroti elemen utama, pastikan elemen utama yang paling menonjol sehingga memberikan titik fokus audiens. Titik fokus dapat diciptakan melalui penataan elemen-elemen yang bijak sehingga bisa menyoroti elemen utama. 

Terkadang titik fokus tidak harus memiliki ukuran elemen yang besar, misalnya elemen yang kecil dikelilingi elemen besar juga bisa menjadi titik fokus begitupun sebaliknya. Umumnya ukuran elemen yang besar akan lebih membuat titik fokus lebih menonjol di mata audiens. Audiens umumnya akan lebih fokus pada elemen yang berbeda dengan yang lainnya.

Posisi atau Tata Letak yang Menarik Perhatian

Dalam menciptakan penekanan dalam sebuah desain penting untuk mengatur tata letaknya pula. Titik fokus dalam desain harus menjadi yang pertama dilihat, penting menempatkan elemen utama pada titik fokus pertama audiens. Tempatkan elemen utama dalam area yang strategis agar bisa menekankan elemen tertentu dengan baik. 

Dalam sebuah komposisi desain, penempatan elemen untuk menciptakan titik fokus bisa krusial sehingga harus dipertimbangkan dengan baik. Gunakan bantuan garis bantu untuk menempatkan elemen dengan strategis, tempatkan elemen pada titik pertemuan garis bantu untuk menarik perhatian audiens. Selain itu umumnya titik fokus juga bisa ditempatkan pada bagian pusat atau tengah ruang desain. Hal ini akan membantu elemen desain bisa efektif dan menonjol. 

Bentuk dan Tekstur

Penerapan prinsip penekanan dalam desain juga bisa memanfaatkan bentuk dan tekstur dari elemen desain. Gunakan bentuk elemen yang berbeda dan unik dari elemen lainnya untuk membuat elemen menjadi titik fokus. Elemen yang memiliki bentuk dan tekstur berbeda akan menonjol dan bisa menjadi titik fokus utama audiens.

Misalnya menggunakan bentuk segitiga di antara bentuk lingkaran, ini akan menjadi titik fokus utama dalam desain. Selain bentuk yang berbeda, penekanan bisa diciptakan dengan menggunakan tekstur elemen yang berbeda. Bentuk dan tekstur yang berbeda yang digunakan pada elemen di titik fokus utama akan memuat elemen mendapatkan sorotan.

Baca juga: Mengenal Tekstur dan Motif dalam Desain

Gunakan Tipografi yang Kontras

Penerapan prinsip penekanan dalam desain grafis bisa juga dengan memanfaatkan jenis huruf yang berbeda dari beberapa teks lainnya. Jika desain memiliki beberapa teks, penting untuk memberikan penekanan pada teks yang menjadi fokus utama pesan. Agar tulisan terlihat mencolok gunakan jenis huruf yang berbeda dan gunakan ukuran yang besar. 

Penggunaan jenis huruf yang berbeda serta mengatur ketebalan huruf dan ukurannya akan berguna untuk memastikan teks utama menonjol. Gunakan gaya berbeda ini untuk memberikan sorotan pada judul atau kata-kata yang menjadi kunci. Tipografi yang kontras pada sebuah desain, akan memberikan titik fokus utama pada teks utama. Ini adalah cara yang cukup efektif untuk menekankan pesan pada desain grafis.

Ruangan Negatif

Dalam memberikan penekanan pada titik fokus utama, penggunaan ruang negatif yang cukup akan membantu menyoroti elemen yang penting. Penting untuk mengatur jarak antar elemen yang cukup agar memudahkan audiens untuk fokus pada titik fokus utama. 

Ruang negatif pada desain dapat menyoroti elemen-elemen desain terutama elemen penting. Pemberian ruang ekstra di sekitar elemen utama akan membantu audiens bisa lebih fokus melihat elemen utama. Ruang negatif yang cukup akan membuat elemen utama menonjol dari elemen lainnya dan latar belakang.

Baca juga: Pentingnya Ruang dalam Desain Grafis: Ruang Positif dan Negatif

Garpu (Leading Lines)

Penerapan Prinsip Penekanan dalam Desain Grafis

Dalam desain yang memiliki titik fokus utama ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menciptakan titik fokus tersebut. Desain grafis terkadang menggunakan garis-garis yang memandu audiens untuk fokus pada titik tertentu. Garis-garis ini biasanya disusun untuk mengarah pada titik tertentu, yang bisa membantu menyoroti elemen tersebut. Garis-garis yang mengarah secara visual pada titik tertentu akan membimbing pengat langsung ke titik fokus. 

KESIMPULAN

Prinsip penekanan dalam desain grafis bisa membantu desain memiliki titik fokus yang memiliki pesan penting. Penting untuk menerapkan prinsip ini pada desain grafis untuk menyoroti elemen tertentu, entah itu teks atau bentuk tertentu. Penekanan pada desain akan membantu audiens bisa fokus pada area tertentu yang memiliki pesan penting untuk disampaikan. Ini akan menarik perhatian pengamat dengan cara yang sesuai dengan tujuan desain.

Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi juga laman instagram jasalogo.id disini.

Related posts