Faktor-faktor Kunci dalam Proses Penyuntingan Desain Grafis

Dalam desain grafis setelah menciptakan desain dan mengunggahnya di platform digital, terkadang desain membutuhkan penyuntingan agar lebih efektif. Desain grafis juga membutuhkan penyuntingan ketika desain kurang efektif atau terdapat kesalahan dalam desain. Untuk menyunting desain grafis biasanya terdapat beberapa faktor-faktor kunci yang perlu diperhatikan, agar penyuntingan membuat desain lebih efektif.

Faktor-faktor Kunci dalam Proses Penyuntingan Desain Grafis

Penyuntingan dalam desain grafis ini terkait proses untuk meninjau hasil desain, menyesuaikan kembali, dan menyempurnakan desain agar lebih menarik. Dalam menyunting desain ini desainer dapat mendapatkan umpan balik dari rekan, teman atau audiens dalam media sosial. Orang lain akan cenderung lebih objektif dalam menilai kekurangan desain grafis.

Penyuntingan ini bisa melibatkan pengaturan tata letak, perubahan warna dan elemen-elemen lainnya. Tujuan dari dilakukan penyuntingan seperti agar desain lebih menarik, efektif dan unik. Dengan memperhatikan faktor-faktor penting dalam penyuntingan desain akan membantu membuat desain tampil lebih menarik dan efektif menyampaikan pesan.

Read More
jasa-desain-logo-satu-hari-jadi

FAKTOR-FAKTOR PENTING DALAM PENYUNTINGAN DESAIN

Dalam membangun desain yang efektif dan menarik perhatian selalu lakukan peninjauan dan penyuntingan jika diperlukan. Penyuntingan dalam desain juga bertujuan untuk menciptakan estetika,keterbacaan dan konsistensi visual. Simak faktor-faktor penting untuk diperhatikan dalam penyuntingan desain yang efektif:

Kesesuaian Pesan dengan Tujuan

Dalam menyunting desain grafis, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah desain sudah sesuai dengan tujuan. Setiap desain grafis biasanya akan memiliki tujuan tertentu seperti memberikan informasi, promosi acara atau penawaran khusus produk. Pesan dari tujuan desain tersebut harus tersampaikan dengan baik dalam desain.

Faktor-faktor Kunci dalam Proses Penyuntingan Desain Grafis

Ketika desain belum sesuai dengan tujuan desain, maka perlu untuk dilakukan penyuntingan. Ini melibatkan apakah pesan sudah tersampaikan dengan jelas. Sehingga tujuan desain dapat tercapai dengan baik, dan efektif dipahami audiens. 

Tujuan desain ini biasanya melibatkan pemilihan kata-kata, keterbacaan teks dan informasi yang lengkap sesuai tujuan. Misalnya jika tujuan promosi produk, maka desain harus menggunakan bahasa yang persuasif dan desain yang memikat. Jika ingin mencerminkan identitas merek, pastikan nilai atau karakter direpresentasikan dalam logo. 

Baca juga: Penggunaan Font Serif dalam Desain Grafis dan Keunggulannya

Keterbacaan

Selain tujuan desain, penyuntingan juga diperlukan ketika keterbacaan desain kurang jelas. Saat meninjau desain perhatikan keterbacaan terlebih dahulu, terutama pada desain yang ingin menyampaikan informasi. Termasuk juga desain grafis yang menggunakan teks untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan. 

Faktor-faktor Kunci dalam Proses Penyuntingan Desain Grafis

Jika desain grafis memiliki teks yang banyak terkadang keterbacaan menjadi tidak jelas. Untuk itu lakukan penyuntingan untuk memperjelas teks, seperti mengubah ukuran, memberikan jarak yang cukup, atau mengurangi panjang teks. Penggunaan teks yang berlebihan dalam sebuah desain dapat mengurangi keterbacaan. 

Sama halnya dengan penggunaan gaya huruf yang terlalu unik dan sulit untuk dibaca, bisa dilakukan perubahan. Penyuntingan keterbacaan juga bisa dengan memastikan warna teks memiliki kontras yang cukup dengan latar belakang. 

Konsistensi Visual

Dalam proses penyuntingan faktor-faktor penting lain yang harus diperhatikan termasuk konsistensi visual. Desain grafis yang tidak memiliki konsistensi visual akan menciptakan kebingungan dan kesan tidak profesional. Ketidakkonsistenan desain biasanya terkait penggunaan terlalu banyak warna, gaya elemen yang berbeda-beda. 

Untuk desain grafis yang terkait identitas merek tertentu, penting menggunakan elemen identitas merek. Elemen tersebut akan menciptakan konsistensi visual dengan merek, ini akan membantu merek terpercaya. Ketika desain untuk materi pemasaran suatu merek tidak konsisten ini akan sulit membangun branding yang positif. 

Kualitas Gambar dan Ketajaman Elemen

Ketika meninjau desain, agar desain bisa efektif dan menarik perhatikan kualitas gambar yang digunakan. Desain yang efektif menyampaikan pesan harus menggunakan kualitas gambar yang tinggi. Kualitas gambar dapat memberikan kesan profesional dan formal dalam desain. 

Kualitas gambar yang tinggi akan terlihat dan efektif mendukung pesan. Selain itu pastikan elemen memiliki ketajaman agar terlihat jelas. Garis-garis elemen harus jelas agar terlihat batas dan perbedaan antar elemen. 

Baca juga: Jenis-jenis Elemen Garis yang Digunakan dalam Desain Grafis

Komposisi dan Tata Letak

Faktor-faktor Kunci dalam Proses Penyuntingan Desain Grafis

Dalam menyunting desain agar lebih efektif dan menarik, perhatikan juga tata letaknya apakah sudah seimbang. Tinjau apakah tata letak efektif untuk pembaca memahami desain. Tata letak juga harus bisa membuat audiens fokus pada pesan utama. 

Jika desain terlihat tidak seimbang atau menyulitkan alur pembacaan atur kembali tata letak elemen-elemen desainnya. Pastikan antar elemen memiliki jarak yang cukup, atur tata letak yang sejajar agar rapi. Pastikan juga elemen utama pada area strategis agar mudah dibaca. 

Desain grafis yang memuat banyak teks harus memiliki hirarki informasi yang jelas, atur tata letak dan ukurannya. Sunting jarak jika elemen-elemen desain terlalu rapat. 

Penggunaan Ruang Kosong

Ketika akan menyunting desain, hal yang tidak kalah penting adalah ruang negatif. Agar desain efektif, mudah dibaca dan menarik perhatian harus ada ruang negatif yang cukup. Jika desain terlalu padat atur jarak yang cukup, atau kurangi elemen yang tidak penting. 

Terutama pada judul, pastikan disekitar judul terdapat ruang kosong yang cukup agar menciptakan fokus. Ruang negatif dalam reks bisa menggunakan teknik kering, leading dan tracking. Pastikan untuk menciptakan ruang negatif yang cukup antar elemen, sehingga terdapat waktu istirahat untuk mata saat membaca desain.

Baca juga: Fungsi Ruang Negatif Antar Elemen dalam Desain Grafis

Responsivitas

Dalam melakukan peninjauan hasil desain, penting juga untuk desain bisa responsif. Pastikan desain akan mudah digunakan dalam  berbagai konteks dan media. Termasuk media cetak dan digital, pastikan desain terlihat jelas pada berbagai ukuran dan skala layar.

Desain pada media digital mungkin akan berbeda dengan media cetak sehingga perlu melakukan pengecekan. Hal ini untuk melihat apakah pesan desain terbaca dengan jelas. 

Uji Coba dan Revisi

Setelah melakukan penyuntingan untuk memastikan desain efektif dan menarik, lakukan uji coba dengan dicetak atau diunggah. Lihat bagaimana respon audiens dan bagaimana desain terlihat apakah sudah menarik. Minta saran dan feedback dari rekan untuk menilai efektivitas desain. Lakukan penyuntingan kembali jika sekiranya masih ada yang kurang. 

KESIMPULAN

Dalam menciptakan desain grafis yang efektif dan menarik, penting untuk melakukan penyuntingan kembali. Proses penyuntingan ini melibatkan peninjauan kembali tentang efektivitas desain dalam menyampaikan pesan. Penyuntingan ini berguna untuk memastikan elemen-elemen dalam desain bisa mendukung tujuan dan pesan yang ingin disampaikan. Ini melibatkan keterbacaan, estetika, konsistensi visual dan responsivitas desain. Dengan memerhatikan beberapa faktor-faktor penting dalam desain ini akan membantu desain mencapai standar yang diinginkan. 

Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi juga laman instagram jasalogo.id disini.

Related posts