Tips Jadi Pendengar Yang Baik Demi Pelanggan

Tips Jadi Pendengar Baik Demi Pelanggan – Pernah mendadak tidak fokus saat ada orang lain berbicara dengan Anda?

Semua orang pasti pernah mengalaminya. Apalagi rentang perhatian pikiran (attention span) manusia rata-rata hanya mencapai delapan detik, sobat jaslaogo.

Meski wajar terjadi, hal tersebut tidak dapat dibiarkan karena dapat menjadikan Anda pendengar yang buruk.

Jadi seorang pebisnis, Anda pasti mengetahui secara langsung betapa pentingnya sebuah hubungan baik yang terbangun dengan konsumen.

Membangun hubungan adalah sebuah kunci agar Anda dapat mempelajari kebutuhan pelanggan

Mendengarkan merupakan salah satu bagian dari proses komunikasi. Komunikasi dapat dikatakan sukses apabila komunikator dan komunikasi memiliki persepsi yang sama terhadap suatu pesan.

Hal tersebut hanya bisa terjadi apabila kedua belah pihak memiliki kemampuan mendengar yang baik.

Umumnya, hal yang menghambat kita untuk menjadi pendengar yang baik adalah pikiran kita sendiri. Manusia mempunyai “suara kecil” di dalam kepala yang seolah tidak pernah berhenti menganalisis, menilai, mengevaluasi, dan sebagainya.

Akibatnya, kita jadi terlalu fokus dengan “suara kecil” ini daripada memerhatikan lawan bicara. Untungnya, situasi seperti ini bisa diatasi agar Anda bisa jadi pendengar yang baik.

Kabar baiknya ialah bahwa manfaat dari keterampilan mendengarkan yang kuat tersedia untuk semua orang. Menghasilkan manfaat ini berarti memahami bahwa menjadi pendengar yang baik tidak datang secara alami.

Sederhananya, seorang pendengar yang hebat memiliki salah satu keunggulan kompetitif terkuat tanpa harus menyisihkan sedikit waktu dan perhatian.

Kali ini, Jasalogo.id sajikan tips menjadi pendengar yang baik demi calon pelanggan yang setia.

Adapun cara-cara melakukannya sebagai berikut: 

Baca juga [Pertimbangan Value Untuk Memilih Bagi Konsumen]

Tips Jadi Pendengar Yang Baik Demi Pelanggan

Sebelum Merespon, Tunggu Orang Lain Selesaikan Pembicaraannya

Salah satu hal paling sulit dalam mendengarkan secara efektif adalah menunggu orang lain sampai selesai bicara sebelum memberikan respon.

Hal satu ini sangat penting dilakukan karena ketika Anda mulai memikirkan respon sebelum orang lain selesai bicara, Anda akan kehilangan informasi komplit yang disampaikan.

Termasukcpemahaman terhadap emosi yang tercipta saat lawan bicara menyampaikan pesannya.

Tidak hanya itu, menginterupsi orang yang sedang berbicara juga akan memberikan pesan bahwa perkataan Anda lebih penting dari perkataan lawan bicara.

Anda juga bisa saja dianggap sebagai orang yang sombong karena terkesan tidak peduli dengan perkataan orang lain

Jangan Menyalahkan Sehingga Membuat Orang Lain Merasa Bersalah

Dengarkan dan akui apa yang kamu dengar (meskipun Kamu tidak menyetujuinya), tapi jangan membuat asumsi, sobat!

Ini akan membantu Kamu untuk tetap berpikiran terbuka dan datang dengan solusi yang biasanya tidak Kamu pikirkan.

Ajukan Pertanyaan, Jangan Berasumsi

Setiap orang di dunia memiliki frame of reference dan field of experience yang berbeda. Akibatnya, pemahaman kita terhadap informasi yang sama bisa saja berbeda-beda.

Maka, wajar apabila Anda membuat penilaian tertentu saat mendengarkan orang lain berbicara.

Namun, jangan jadikan penilaian atau asumsi tersebut sebagai pesan final. Tanyakan jika memang ada informasi yang belum jelas.

Pertanyaan ini dapat memberi Anda pemahaman lebih tak hanya tentang informasi tersebut, tetapi juga tentang lawan bicara Anda.

Terlibatlah dalam Pencerminan

Pencerminan merupakan kecenderungan pendengar untuk meniru ucapan, irama, gerak tubuh, dan bahkan sikap orang yang berbicara. Mirroring sering terjadi secara tidak sadar.

Namun, pendengar yang baik mengubah perilaku ini dari ketidaksadaran ke kesadaran sehingga mereka dapat lebih terhubung sepenuhnya dengan pembicara. Beberapa istilah menyebut kondisi ini sebagai “efek bunglon”.

Pencerminan membuat pembicara merasa nyaman. Akibatnya, mereka lebih cenderung menjadi sukarelawan informasi dan menjadi nyaman menawarkan rincian penting.

Konfirmasikan Poin Utama

Untuk mengkonfirmasi pesan pembicara, pendengar harus meringkas pemahaman mereka tentang apa yang telah mereka dengar dan bertanya kepada pembicara apakah interpretasi ini benar.

Partisipasi seperti ini bermanfaat bukan hanya karena mencari kejelasan, tetapi juga mengajak pembicara untuk berbicara lebih banyak.

Bahkan, jika pembicara menjawab “ya” untuk pertanyaan konfirmasi, mereka sering mengambil kesempatan untuk memperluas dan menguraikan.

Dinamika ini bahkan membantu pembicara karena membantu mereka mengkristalkan pikiran mereka.

Seorang pendengar dapat mengajukan pertanyaan konfirmasi kapan saja; namun, mereka paling efektif di akhir percakapan ketika pembicara telah membagikan semua yang mereka tawarkan.

Pertanyaan konfirmasi yang efektif seringkali membutuhkan sejumlah catatan.

Pendengar harus mencatat poin-poin penting secara tertulis sehingga tidak ada yang hilang. Catatan ini menjadi dasar pertanyaan konfirmasi.

Pendengar harus berhati-hati untuk menemukan keseimbangan di sini. Pengambilan catatan yang berlebihan berisiko kehilangan nuansa kata-kata pembicara. Terlalu sedikit catatan dapat membuat poin penting terlupakan.

Baca juga [Iklan Menarik Untuk Kembangkan Bisnis]

Untuk menciptakan hubungan baik dengan pelanggan dan memastikan bahwa Anda dapat terus menjalinnya secara kuat, cobalah untuk melakukan semua yang Anda bisa untuk melibatkan pelanggan.

Di saat pelanggan merasa dilibatkan, mereka akan merasa dihargai oleh Anda. Melalui rasa dihargai ini yang kemudian dapat membangun hubungan dengan baik.

jasalogo.id profesional dalam membuat desain logo unik, menarik sesuai dengan visi misi usaha Anda.

Jadi, pastikan anda memesan desain logo hanya di jasalogo.id kami aktif 24 jam siap melayani pesanan Anda