Prinsip Desain Busana Mulai dari Harmoni hingga Proporsi

Prinsip Desain Busana Mulai dari Harmoni hingga Proporsi  – Dalam artikel ini akan dipaparkan terkait dengan prinsip apa saja yang ada dalam  desain busana. Berikut ulasannya untuk Anda sobat, jasalogo.id!

Harmoni

Harmoni di dalam desain ialah ketika satu atau lebih elemen/ unsur desain itu terlihat mempunyai persamaan atau hubungan yang serasi dan sesuai.

Harmoni dapat diciptakan melalui garis, bentuk, ukuran, tekstur, warna maupun ide.

Irama

Irama dalam desain busana merupakan suatu bentuk pergerakan yang menimbulkan pandanaga mata berpindah dari suatu bagian ke bagian lain. Irama yang baik dalam desai dapat diciptakan melalui cara :

Pengulangan bentuk dalam desain busana dapat dilakukan terhadap bagian-bagian pakaiadgaris hias dan lain-lain. Peralihan, mengulang bentuk yang hamper sama dengan ukuran yang berbeda. Pergerakan garis yang tak putus.

Keseimbangan

Keseimbangan adalah suatu yang penting dalam mendesain busana, karena keseimbangan akan memberikan kesan tenang dan stabil.

Sobat jasalogo.id, terdapat dua tipe keseimbangan, yaitu keseimbangan formal yang disebut juga dengan simetri dan keseimbangan informal yang disebut juga dengan asimetri.

Sebuah desain disebut simetri apabila mempunyai garis pusat (centre line) yang jelas maupun yang tidak kelihatan. Sebaliknya desain disebut asimetris yaitu jika beberapa objek tidak serupa atau mempunyai jumlah perhatian yang sama.

objek itu hanya diletakkan pada jarak yang berbeda dari pusat. Keseimbangan simetri akan terlihat lebih stabil, tenang dan agung.

Namun, perlu sobat ketahui, untuk sebaliknya keseimbangan asimetri akan terkesan lebih lembut, halus dan lebih banyak variasi yang dihasilkan dalam susunannya.

Kontras

Sebuah desain yang harmoni, mempunyai irarna yang baik dari segi bentuk, garis dan sudah mempunyai keseimbangan yang menyeluruh maka prinsip lain ynag yang perlu diperhatikan lagi adalah kontras pusat perhatian (center of interest).

Kontras dalam desain merupakan prinsip dasar yang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang lain. Tujuan penerapan prinsip kontras adalah untuk menciptakan desain yamg lenih menarik, variatif dan tidak monoton sehingga desain yang diciptakan tidak akan membosankan.

Dalam penerapan prinsip kontras ini dapat menimbulkan kesan yang kontradiksi (pertentangan), menimbulkan kekacauan dan keanehan apabila tidak marnpu menerapkannya. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menciptakan control pusar perhatian dalarn desain busana adalah:

Letak Pusat Perhatian

Letakkanlah pada bagian tubuh yang menarik, misalnya leher. Nah, apabila yang mempunyai leher panjang, maka di bagian pinggang juga bisa jika customer Anda mempunyai pinggang yang ramping. Sebaliknya jika bagian tersebut kurang menarik dan kurang proporsional maka jauhilah pusat perhatian tersebut dari situ.

Kontras pusat perhatian janganlah berlebihan, sehingga bisa menimbulkan kekacauaan. Ada beberapa cara dalarn menciptakan kontras dalam desain busana yaitu, sobat jasalogo.id:

Pembangunan warna yang kontras dari wama dasr

Pemberian hiasan yang menarik

Melalui garis bentuk atau ukuran yang kontras

Proporsi

Yang terakhir adalah proporsi. Proporsi memiliki arti sebagai ukuran. Dimana, yang dimaksud dengan ukuran disini yaitu ukuran proporsi tubuh manusia dalam desain busana yang dianggap proporsional tubuh secara keseluruhan.

Di samping ukuran tubuh manusia (wanita) dalam desain juga dibahas ukuran busana beserta bagian-bagian dari busana dalam desain busana yang dihubungkan dengan proporsi tubuh manusia dalam desain yang dilihat secara proporsional.

Penerapan yang baik untuk semua prinsip-prinsip desain dan hubungan yang baik antara semua unsur-unsur/ elemen-elemen desain akan menghasilkan suatu kesatuan atau unity dalam sebuah desain.

KESIMPULAN

Itulah beberapa informasi tentang prinsip desain busana mulai dari harmoni hingga proporsi. Anda dapat mengunjungi katalog kami di instagram klik disini!