Mengenal Soft Skill dan Hard Skill dalam Dunia Kerja

Kunci utama untuk meraih kesuksesan adalah dua hal penting yang harus diketahui dan dimiliki yaitu soft skill dan hard skill.- Mengenal Soft Skill dan Hard Skill Dalam Dunia Kerja.

Dalam dunia kerja saat ini yang dicari tidak hanya nilai akademis yang tinggi. Tetapi dunia kerja sat ini menunutut juga keahlian yang mumpuni dalam suatu bidang.

Persiapan untuk memasuki dunia kerja pun tidak semudah yang dibayangkan. Kemampuan atau skill yang mumpuni sangat membantu dalam bekerja.

Namun tidak hanya itu, nilai akademis pun juga menjadi pertimbangan suatu perusahaan dalam menerima karyawannya.

Jika Anda memiliki kedua skill tersebut, kemungkinan besar Anda dapat meraih karir yang selama ini diinginkan.

Soft Skill dan Hard Skill memiliki perbedaan mendasar, tetapi keduanya juga saling melengkapi dan sama pentingnya.

Maka dari itu baik soft skill dan hard skill keduanya harus dikuasai dengan seimbang tidak hanya memberatkan salah satunya.

Hal ini merupakan aspek mendasar yang tak cuma harus diketahui, namun juga harus dimiliki oleh para pencari kerja.

Bahkan, Anda yang sudah berada di dalam dunia kerja sekalipun bisa untuk mendalami hal ini secara lebih untuk meningkatkan kemampuan Anda dan bisa menunjang karir Anda.

Berikut Jasalogo.id bagi penjelasan soal hard skill dan soft skill.

Mengenal Soft Skill dan Hard Skill dalam Dunia Kerja

Mengenal Hard Skill Beserta Contohnya.

Mengutip dari Executive Perceptions of The Top 10 Soft Skills Needed in Today’s Workplace tulisan Robles (2012), hard skill adalah kemampuan yang berasal dari pengetahuan, keahlian praktis, atau kecerdasan untuk melakukan sesuatu dengan baik.

Bisa pula diartikan sebagai keahlian atau keterampilan yang membutuhkan latihan tertentu.

Pada dasarnya, hard skill adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan. Hal ini biasanya tertulis di kolom persyaratan di sebuah lowongan pekerjaan.

Hard skill biasanya merupakan kemampuan spesifik dan jadi salah satu deskripsi pekerjaan kamu kelak.

Untuk mendapat keahlian utama bisa ditempuh melalui pendidikan formal dan berbagai program pelatihan, misalnya, universitas, kursus singkat, program sertifikasi, termasuk pelatihan dari kantor itu sendiri.

Hard skill mencakup pengetahuan dan keahlian spesifik yang dibutuhkan seseorang agar bisa sukses dalam pekerjaan.

Hard skill bisa dipelajari, dievaluasi, dan diukur. Pada saat proses perekrutan dan wawancara kerja, perusahaan akan membandingkan hard skill satu kendidat dengan calon pegawai lainnya.

Penggambaran penerapan hard skilll pada sebuah perusahaan semisalkan Anda merupakan seorang staff IT yang handal membuat program ataupun website.

Tetapi pada saat perusahaan sedang mengadakan acara yang membutuhkan desain poster yang menggunakan software seperti photoshop atau coreldraw Anda dapat mengerjakanya.

Seorang staff IT yang tidak hanya handal programming tetapi juga memiliki hard skill yang lain dapat menjadi andalan perusahaan.

Hard skill juga dapat diukur dari seberapa baik kemampuan kamu dalam objek hard skill yang kamu kuasai.

Seperti contohnya, tingkat kefasihan bahasa asing, seberapa mahir mengoperasikan mesin, seberapa baik dalam mendesain, seberapa cepat dalam mengetik, dan lain sebagainya.

Pada umumnya, kumpulan hard skill yang kamu miliki akan kamu catat di Curriculum Vitae dan juga di surat lamaran agar perekrut bisa mendapat pertimbangan.

Mengenal Soft Skill Beserta Contohnya.

Soft skill adalah atribut dan ciri kepribadian seseorang yang memengaruhi hubungan interpersonal di tempat kerja.

Jika hard skill merupakan sesuatu yang dapat diraih dan dipelajari, maka soft skill merupakan atribut ‘bawaan’ dari kita sebagai seorang individu.

Adapun soft skill tidak bisa dipelajari dengan hafalan tapi kemampuan ini lebih kompleks serta melibatkan kecerdasan emosional dan empati.

Hal ini mungkin saja bisa dipelajari, namun tidak dengan cara belajar layaknya mengenyam bangku kuliah, namun dengan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain serta melatih kepekaan terhadap lingkungan.

Dari lain sisi, kita bisa mengimplikasikannya dalam perilaku sehari-hari.

Dalam dunia kerja, soft skill sama pentingnya dengan hard skill. Meskipun demikian, perusahaan kerap tidak selalu mencantumkan soft skill di iklan lowongan kerja, kecuali untuk pekerjaan tertentu.

Soft skill lebih cenderung terkait dengan sifat, kepribadian dan ikatan emosional yang dimiliki seseorang.

Soft skill itu sendiri memiliki arti suatu atribut dan ciri kepribadian seseorang yang mempengaruhi hubungan interpersonal di tempat kerja.

Di sisi lain, Soft Skill merupakan kepribadian, atribut personal, serta kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk sukses dalam sebuah pekerjaan.

Akan lebih utama jika soft skill yang Anda miliki mampu memperlihatkan bagaimana Anda berinteraksi dengan lingkungan di sekitar Anda.

Beberapa contoh soft skill meliputi:

  • public speaking (berbicara di depan umum)
  • kemampuan bernegosiasi
  • kemampuan memecahkan masalah
  • kreativitas
  • jiwa kepemimpinan
  • pengambilan keputusan
  • kooperatif
  • dan lain sebagainya.

Kesimpulan

hard skill dan soft skill merupakan dua hal yang sama-sama penting. Jika menguasai keduanya, maka Anda bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik di dunia nyata.

Agar kamu bisa mendapat pekerjaan di kantor impian, maka asah hard skill dan soft skill yang dibutuhkan perusahaan.

Jasalogo.id merupakan patner bisnis pembuatan logo yang siap 24 jam untuk kebutuhan logo perusahaan Anda. Profeionalisme  dan keahlian Tim kami sudah banyak terujudi dan bukti.