Cara Membuat Konten YouTube Untuk Pemula

Cara membuat konten youtube untuk pemula
sumber : PIXABAY

Profesi menjadi konten kreator begitu hype bagi kalangan anak muda milenial – Cara membuat konten youtube untuk pemula.

Tidak hanya YouTube, kanal lain seperti instagram dan twitter masing-masing memiliki julukan berbeda.

Read More

Selebgram untuk instagram, selebtwitt untuk twitter, untuk YouTube? Ya YouTuber. Tak ada yang terlambat untuk memulai menjalankan Channel YouTube pribadi, orang tua pun bisa menjalankannya.

Sebelum jauh anda memikirkan dan membuat konten, pastikan terlebih dahulu Anda bisa memahami cara membuat Youtube Chanel. Karena pemahaman terhadap sistem dan cara kerja youtube sangatlah penting sebelum anda terjun untuk mengisi chanel youtube Anda.

Lalu bagaimana cara membuat konten yang menarik, Jasalogo.id akan memberikan ide konten YouTube apa saja yang menarik untuk memikat calon subcriber Anda. Mari kita mulai pembahasannya:

Cara Membuat Konten YouTube Untuk Pemula

Tentukan Tujuannya

Langkah awal dalam membuat konten YouTube adalah menentukan tujuan. Apakah untuk berkomunikasi dengan audience (engagement)? Meningkatkan brand awareness.

Kalau sudah tahu tujuannya, Anda bisa lebih gampang untuk membuat konten YouTube. Mulai dari, riset, konsep, editing, hingga mempromosikannya. 

Sebagai contoh, Anda ingin meningkatkan engagement dengan audience. Anda bisa membuat konten yang lebih interaktif. Contohnya, bincang bisnis atau video wawancara pengusaha sukses.

Nah, dalam mencapai tujuan, pastikan Anda tetap memperhatikan target audiens, ya.

Alasannya, target audiens akan mempengaruhi banyak hal,  seperti konsep video, bahasa yang digunakan dan lainnya. 

Di konten tersebut, Anda bisa mengajak audiens untuk bertanya atau berinteraksi langsung pada pembicara yang ahli di bidang tertentu. 

Riset dan Rencana Pembuatan Video

Jika ingin membuat konten YouTube yang keren, Anda wajib melakukan riset. Bisa dengan mempelajari trend konten, riset kata kunci, hingga kepoin kompetitor.

Agar lebih mudah, gunakanlah tools untuk melakukan riset tersebut. Misalnya, gunakanlah uber suggestt untuk riset kata kunci dan Google Trends untuk tahu topik yang populer beberapa waktu terakhir. 

Sedangkan, saat melakukan riset kompetitor, perhatikan bagaimana mereka menggunakan konten video untuk strategi marketingnya. Apakah jenis kontennya tutorial, testimonial, atau lainnya. 

Cari tahu juga ya mengapa mereka pakai konten tersebut: apakah engagementnya tinggi atau penjualan mereka meningkat?

Nah, kalau hasilnya bagus, Anda tinggal melakukan ATM (amati, tiru modifikasi) dengan hasil lebih baik. 

Selanjutnya, Anda bisa mulai garap konsep konten dengan storyboard, yaitu outline gambar dari video yang akan dibuat. Dengan storyboard, Anda jadi tahu gambaran setiap adegan dalam video sehingga proses pembuatan video bisa lebih cepat dan tepat. 

Editing Video

Setelah pengambilan gambar dilakukan sesuai storyboard, saatnya mengedit video. lengkapi video Anda dengan berbagai elemen.

Misalnya, teks berupa alamat website atau media sosial, suara moderator untuk mengantar cerita, backsound musik yang mendukung, dan lainnya.

Saat ini, sudah banyak kok aplikasi edit video yang bisa membantu proses editing video lebih mudah.

Mulai dari aplikasi offline di desktop sampai yang online, baik untuk pemula atau expert. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan Anda. 

Ingin lebih mudah lagi?. Sudah banyak kok website yang menyediakan secara gratis.

Misalnya, Biteable, Velosofy, dan Canva. Menggunakan template, Anda bisa membuat intro, outro atau audio visualizer dengan lebih praktis.

Upload dan optimasi SEO YouTube

Kalau konten sudah jadi, waktunya upload konten video. Namun sebelumnya, pastikan Anda juga melakukan upaya optimasi SEO Youtube 

Salah satu optimasi yang bisa dilakukan adalah menyisipkan kata kunci yang tepat pada beberapa tempat. Misalnya, di deskripsi, pada judul, dan tag konten YouTube. 

Kalau menerapkan SEO, video bisa muncul paling atas di halaman pencarian YouTube lho. Otomatis jadi mudah ditemukan dan banyak yang menonton, kan? 

Jadi, jika tujuan konten Anda adalah meningkatkan brand awareness, akan sangat terbantu dengan optimasi itu.

Untuk memastikannya, Anda bisa memanfaatkan youtube analiysis agar tahu performa video tersebut

Mempromosikan Chanel YouTube Anda

Konten yang sudah diupload ke YouTube jangan dicuekin, ya. Apalagi kalau jumlah viewersnya masih jalan di tempat alias tak ada perubahan. Artinya, Anda perlu promosi.

Bayangkan saja, saat ini ada lebih dari37 juta chanel YouTube yang bisa merebut hati audiens Anda.

Kalau tak dipromosikan, selesai deh. Bisa-bisa konten Anda makin tenggelam di lautan konten lainnya. 

Mulai dari menggunakan promosi gratis dari YouTube, membuat playlist, mempromosikan ke media sosial, hingga mengiklankan video tersebut.

Dengan mempromosikannya, viewer dan subscriber channel YouTube Anda bisa makin banyak.

So, berikut Cara membuat konten youtube untuk pemula yang berhasil jasalogo.id sajikan,. Kira-kira siapkah Anda menjadi YouTuber? Sudah bukan saatnya terlalu banyak berfikir, segera lakukan untuk memulainya. Tidak terlambat untuk memulai mengkonsep akun YouTube anda supaya  bisa menghasilkan dolar.

  • Whatsapp

Related posts