Metode Gerakan Garis Tubuh pada Desain Fesyen

Metode Gerakan Garis Tubuh pada Desain Fesyen – Asal Anda tahu, sobat jasalogo.id, ada yang namanya Metode Gerakan Garis Tubuh (Action Lines).

Nah, pada metode action line ini, yang menjadi pedoman adalah arah garis gerakan tubuh yang biasanya dilihat dari garis gerakan tubuh, gerakan tulang leher, tulung punggung yang diikuti oleh garis bahu.

Selain itu juga mengacu pada letak lengan garis pinggang, garis pinggul terus sampai ke titik tumpu yang menopang badan. Titik tumpu ini biasanya jatuh pada salah satu kaki atau kedua kaki.

Bentuk S atau S terbalik

Yang pertama, sobat jasalogo.id, adalah bentuk S atau S terbalik yang merupakan bentuk gerakan tubuh yang klasik dan baik untuk di tampilkan pada desain pakaian.

Terutama, kalau pas pada tubuh, bentuk ini terlihat sangat luwes dan anggun atau fashionable, loh sobat jasalogo.id!

Di sisi lain, garis bahu, pinggang dan pinggul salah satunya bisa dibuat turun, titik tumpu akan jatuh pada salah satu kaki. Jatuh lengannya dan kepala dapat bervariasi tergantung dengan yang diinginkan.

Bentuk T

Bentuk T ini biasanya pada bagian atas terbuka dan bagian bawah tertutup. Sedangkan titik tumpu pada bentuk T terletak pada salah satu kaki atau kedua belah kaki.

Bentuk T ini cocok digunakan pada pakaian santai atau model yang mempunyai detail/ unik pada bagian pinggang.

Bentuk Y Terbalik

Bentuk Y terbalik ini pada bagian atas tertutup sedangkan bagian bawah terbuka, titik tumpu badan jatuh pada kedua kaki.

Gerakan seperti ini cocok untuk pakaian atau desain, misalnya celana panjang, pendek, kulot, rok lebar dan detail pakaian yang unik pada bagian bawah.

Bentuk L atau L Terbalik

Bentuk gerak tubuh seperti ini membuat garis bahu bisa datar atau salah satunya turun, garis pinggang dan pinggul biasanya, turun sedangkan titik tumpu jatuh pada salah satu kaki.

Bentuk ini, sobat jasalogo.id, cocok digunakan pada pakaian santai, kerja atau busana yang memerlihatkan detail pada bagian bawah seperti celana cutbray, rok lingkar, rok dengan variasi godet, dan sebagainya.

Bentuk Segi Tiga

Pada bentuk segi tiga ini penekanan pada bagian atas yang lebar atau terbuak dan bagian bawah tertutup atau mengecil, lengan diikat (membuka garis horizontal).

Gerakan tubuh seperti ini cocok untuk menampilkan model busana yang mempunyai detail untuk bagian lengan dan sisi tubuh seperti ; lengan kimono, lengan setali, lengan sayap.

Selain bentuk gerakan garis yang telah dijelaskan diatas masih ada bentuk gerakan lain yang mirip / hamper sama dengan gerakan-gerakan 1 s/d 5, adan ada juga kombinasi dari bentuk gerakan – gerakan di atas.

Jadi,

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa metode menggunting cocok untuk para desainer pemula, karena metode ini lebih sederhana atau lebih mudah dipahami dan dicoba. Akan tetapi keleman dari metode ini kuarng bevariasi dalam pengembangan gerak tubuh.

Sedangkan metode action lines cocok untuk para desainer yang sudah agak terampil dalam mendesain, karena metode ini bervariasi dan mudahdalam mengembangkan garis tubuh sesuai dengan yang diinginkan.

KESIMPULAN

Itulah beberapa informasi tentang metode gerakan garis tubuh pada desain fesyen. Anda dapat mengunjungi katalog kami di instagram klik disini!