Evolusi Desain Grafis: Perubahan dari Desain Cetak ke Era Digital

Desain grafis kini telah mengalami evolusi yang signifikan berkat perubahan teknologi yang begitu cepat. Jika dulu desain grafis berfokus pada printing saat ini desain grafis telah memasuki era digital. Lebih banyak karya digital diciptakan karena memperhatikan efisiensi serta menyesuaikan dengan penggunaannya pada teknologi saat ini.

Jika dulu desain grafis dalam pembuatan menggunakan cara cetak tradisional saat ini sudah menggunakan teknologi canggih. Ada banyak kebutuhan desain saat ini untuk keperluan merek, konten digital, pemasaran digital hingga desain website.

Desain grafis memiliki peran untuk mengkomunikasikan pesan secara visual kepada audiens. Pada era modern ini telah mengalami transformasi luar biasa berkat perubahan teknologi.

Read More

Berawal dari era cetak tradisional kini desain grafis telah mendominasi dunia digital. Perubahan desain grafis kini menggambarkan perkembangan teknologi, budaya dan kebutuhan komunikasi masyarakat digital.

Untuk lebih mengetahui bagaimana transformasi desain dari zaman dulu hingga kini ke digital, akan dibahas dalam artikel ini. Artikel ini akan membahas bagaimana perjalanan dunia desain grafis dari dulu hingga kini serta merinci peran desain grafis pada dunia digital, tren dan teknologi membantu menciptakannya.

PERUBAHAN DESAIN GRAFIS DARI MASA KE MASA

Era Cetak Tradisional

Pada awal desain grafis mulai terkenal di berbagai kalangan berwujud seni cetak atau manual karya seniman. Desain grafis dulu hanya menggunakan kertas sebagai media gambar, mulai dari seni tipografi, ilustrasi hingga teknik cetak dari letterpress menjadi norma.

Kemudian ada inovasi dalam untuk menciptakan desain yang lebih baik seperti mesin cetak gutenberg. Teknologi ini kemudian merubah bagaimana informasi desain didistribusikan. Hal ini membawa perubahan bagi desainer agar bisa mengeksplorasi hasil desain mereka menggunakan elemen-elemen yang lebih banyak dan beragam.

Pada era itu hasil dari desain grafis berupa buku, majalah, dan poster. Desainer pada saat itu menggunakan tangan secara menjual untuk membuat seni tipografi dan ilustrasi. Sementara berkat mesin gutenberg, era itu mulai berhasil mencetak massal karya cetak.

Perkembangan Seni Tipografi: Klasik hingga Modern

Seni tipografi juga mengalami perkembangan seperti desain grafis, mulai dari klasik hingga ke era modern. Pada era dulu desainer juga mulai menciptakan huruf-huruf yang indah dengan berbagai bentuk. Mereka juga mengatur teks dengan presisi agar menciptakan tipografi yang menarik.

Banyak juga hasil tipografi era dulu masih eksis hingga sekarang. Selain itu juga desain tipografi klasik kerap dijadikan inspirasi membuat desain tipografi dengan tema klasik. Kerap juga desainer yang ingin membuat desain dengan tema jaman dulu menggunakan tipografi klasik yang populer pada zaman tersebut. Ini sering ditemui pada desain poster film.

Perubahan desain tipografi dari gaya klasik ke modern ini, untuk menciptakan nilai estetika lebih dan mengikuti perubahan desain pada era modern ini. Desain-desain pada era ini mulai memakai warna, poster iklan banyak dibuat mencolok dan ilustrasi yang menggunakan warna banyak bermunculan.

Era Desain Grafis Modern

Memasuki abad ke-20, mulai banyak penemuan teknologi terkait fotografi dan komputerisasi, yang kemudian ini juga membawa perubahan pada seni desain. Pada era itu fotografi berperan penting dalam menyampaikan pesan melalui gambar. Saat itu fotografi membawa peluang baru untuk para pecinta seni.

Sementara, adanya komputerisasi memberikan perubahan besar pada desainer dalam berkarya. Berkat perangkat lunak desainer bisa membuat ilustrasi atau gambar dengan mudah dan cepat. Komputer juga membantu desainer dalam mengedit gambar dan mengatur tata letak pada desain dengan lebih baik.

Munculnya Desain Digital

Secara resmi desain grafis memasuki era digital dimulai pada tahun sekitar 1980-an. Saat itu muncul pelopor perangkat lunak desain yang masih digunakan hingga saat ini yaitu Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop. Berkat kemunculan perangkat lunak tersebut, desainer bisa membuat desain digital menggunakan perangkat elektronik.

Berawal dari penggunaan seni cetak manual, desainer telah memasuki era baru dalam berkarya ke desain digital. Desain yang dibuat secara digital membuka peluang baru untuk eksplorasi kreatif. Selain itu desain digital membawa perubahan yang belum pernah ada sebelumnya, karena memiliki fleksibilitas yang membawa perubahan instan dan memberikan kesempatan eksperimen tanpa batas.

Internet dan Desain Web

Setelah desainer mulai memasuki era digital pada tahun 1980-an kemudian pada era 1990-an muncul internet. Ini kemudian membawa desain grafis melangkah lebih luas lagi. Adanya internet ini membawa perubahan dan tantangan baru bagi para desainer.

Internet membawa desain bisa diakses secara global lebih cepat, sehingga desainer juga harus memikirkan tata letak dan desain yang bisa diterima secara global. Selain itu desainer perlu mempertimbangkan pula kecepatan pengunduhan dan kemudahan navigasi pengguna.

Pada saat itu desain web mulai menjadi disiplin ilmu desain tersendiri berkat kemajuan teknologi. Desain web mulai dikembangkan untuk menciptakan teknologi yang berfokus antarmuka pengguna dengan menggunakan visual menarik.

Desain Animasi dan Multimedia

Pada saat era digital dimulai, banyak bermunculan karya desain grafis seperti animasi dan multimedia. Saat itu desainer tidak hanya menciptakan karya statis namun mulai merambah yang bergerak. Mulai muncul karya berupa konten kreatif, video dan animasi 2D/3D.

Adanya perubahan pada animasi dan multimedia membawa dunia desain ke dunia yang lebih canggih lagi, sehingga desainer dapat mengeksplorasi karya lebih kreatif.

Desain Grafis Responsif Layar

Era modern ini penggunaan perangkat kian meningkat, sehingga penting untuk desain bisa beradaptasi pada semua bentuk media. Desain grafis yang responsif menjadi kunci utama dalam desain era modern.

Desain yang bisa beradaptasi pada berbagai media akan memberikan kenyamanan pada pelanggan. Misalkan desain yang tetap terlihat bagus pada berbagai ukuran layar.

Tren Minimalis dan Tipografi Modern

Dalam desain era modern, tren yang kerap digunakan cenderung minimalis, sesuai dengan karakter orang modern. Desain era modern sering memakai warna sederhana, dengan tipografi yang bersih.

Era ini desain juga banyak mendapat pengaruh desain kontemporer yang menghasilkan desain yang flat. Desain pada era difokuskan untuk memberikan kejelasan pesan dan penggunaannya.

Desain Grafis dan Media Sosial

Era modern ini sangat identik dengan media sosial, desainer perlu membuat desain yang menarik dalam sekali lihat bahkan dalam sekejap mata. Kecepatan teknologi saat ini membuat desain yang tidak menarik sekali lihat akan dilewati begitu saja.

Dalam media sosial era ini menjadi tempat berbagi informasi secara cepat mulai dari grafis yang mudah dibaca, desain meme dan infografis. Agar bisa menarik perhatian sekali lihat harus didesain semenarik mungkin.

KESIMPULAN

Dunia desain grafis dari masa ke masa terus mengalami perubahan dan membawa desain terus melakukan eksplorasi kreatif ke berbagai media dan bentuk. Teknologi juga telah membawa desain ke era digital, dan terus mengembangkan desain untuk dapat beradaptasi pada perubahan media dan ukuran. Evolusi dalam desain grafis membantu para desainer menghasilkan desain yang lebih kreatif dan efisien, untuk menarik audiens dalam sekali lihat di media sosial.

Bagi anda yang butuh jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id dan dapatkan tawaran promo menarik.

Related posts