Dampak Mental Health Akibat Teknologi Berlebihan

Dampak Mental Health Akibat Teknologi Berlebihan – Era kemajuan teknologi berdampak pada kemudahaan akses terhadap setiap piranti seperti ponsel, komputer, tablet, dan mobile sejenisnya.

Permasalahannya, ketika anak kecil mulai kecanduan internet, hal itu memberikan pengaruh terhadap perkembangan mental dan psikologisnya.

Para peneliti sejak lama mengamati hal ini. Dimana, setelah sekian lama mengkaji dan menelaah dampak internet pada anak, mereka memutuskan untuk menggolongkan kecanduan internet pada anak pada ranah gangguan mental.

Gangguan mental tersebut juga termasuk pada mereka yang kecanduan ponsel pintar, atau komputer rumahan sekalipun.

Baik, pada ulasan berikut ini, jasalogo.id akan dibahas soal dampak mental health akibat teknologi berlebihan.

Dampak Mental Health Akibat Teknologi Berlebihan

Terdapat beberapa dampak pada kesehatan mental (mental health) yang diakibatkan oleh teknologi berlebihan. Diantaranya ialah sebagai berikut:

Gaming Disorder

Gangguan psikologis akibat teknologi yang pertama ialah Gaming Disorder. Gaming Disorder adalah kecanduan bermain game. Gangguan ini memiliki gejala utama, yaitu memprioritaskan bermain game di atas aktivitas lainnya.

Umumnya, gangguan ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan intensitas sering. Efek negatif yang bisa dialami oleh pecandu game yakni kesehatan fisik yang terganggu serta kehilangan waktu untuk interaksi sosial.

Ada beberapa kasus kematian yang disebabkan karena terlalu lama bermain game. Dimana, hal tersebut bisa diakibatkan oleh pembekuan darah, maupun kurang gizi karena sering terlambat makan dan kelelahan.

Perlu menjadi catatan bahwa maru belajar untuk menjadi bijak dan cerdas dalam menggunakan teknologi dan media sosial serta tidak berlebihan. Sebab, sedikit banyak hal tersebut akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan Anda dan kita semua. Pengaruh positif maupun negatifnya, semua kembali pada diri kita masing-masing.

Anti Sosial

Akibat selanjutnya terkait dengan penggunaan teknologi yang berlebihan adalah anti sosial. Dalam ilmu kejiwaan, anti sosial disebut juga dengan schizoid. Dimana, schizoid memiliki pengertian yang luas. Namun, jika dikaitkan dengan pengaruh teknologi dan media sosial, dapat diartikan dengan gangguan kepribadian yang cenderung kepada menghindari hubungan dengan orang lain.

Jika seseorang memiliki kecenderungan anti sosial, maka kecanduan terhadap media sosial dapat memperparah kondisi psikologisnya. Si penderita akan lebih sering berinteraksi di dunia maya dan kontak sosial dalam masyarakat akan semakin berkurang.

Selain itu, penderitanya juga cenderung akan merasa lebih nyaman untuk menyendiri.

Hal tersebut tentunya akan mengakibatkan kesulitan dalam interaksi langsung, dan akan mengganggu kehidupan sosial mereka.

Nomophobia

Gangguan psikologis akibat teknologi yang yang ketiga adalah nomophobia. Nomophobia merupakan singkatan dari No Mobilephone Phobia. Nomophobia adalah penyimpangan psikologis yang dipengaruhi oleh ketergantungan seseorang terhadap gadget.

Penderita nomophobia ini akan merasakan kecemasan yang berlebihan jika mereka terpisah dari gadget yang mereka miliki. Fenomena nomophobia pertama kali teridentifikasi pada 2008. Hal itu jelas merupakan pengaruh dari kemajuan teknologi.

Bahaya dari nomophobia sendiri yakni penderitanya akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan gadget, sehingga waktu sosial mereka akan tersita. Hal tersebut tentu mengganggu hubungan sosial dan juga waktu produktif penderitanya.

Megalomania

Dampak mental health yang terakhir ala jasalogo.id adalah kelainan megalomania. Dimana, megalomania merupakan obsesi yang berlebihan terhadap diri sendiri. 

Penderita gangguan ini merasa menjadi seseorang yang hebat dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Penderitanya sangat menginginkan rasa hormat dan pujian dari orang lain. Ia juga cenderung akan meremehkan lingkungan sekitar.

Dalam hal ini, media sosial dapat menjadi tempat bagi seseorang unjuk diri. Selain itu, megalomania merupakan manifestasi ekstrem dari sindrom narsisme, yang bisa diperparah karena penggunaan media sosial yang berlebihan.

Seseorang akan lebih terobsesi pada penilaian orang lain dan bisa mengakibatkan stres, jika penderitanya tidak mendapatkan penilaian yang mereka inginkan.

Apakah Anda memiliki gejala dari beberapa kelainan atau dampak mental health akibat teknologi berlebihan? Ingat, sobat jasalogo.id! Dalam mengerjakan suatu hal, selayaknya kita selesaikan dengan sederhana dan tanpa berlebihan. 

Namun, meskipun terkonsep secara sederhana, tidak mengurangi nilai atas kinerja kita. Lebih tepatnnya pas sesuai dengan takaran dan berlaku adil. 

Di lain sisi, untuk menambah wawasan Anda terkait bisnis, teknologi, gadget, tutorial desain, dan sebagainya, Anda bisa mengunjungi laman dengan klik disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *