Belajar Tentang Ilmu Tipografi

Belajar Tentang Ilmu Tipografi – Tipografi lebih dari sekadar memilih jenis dan ukuran font dari pilihan menu di komputermu. 

Tipografi adalah sebuah seni dan keahlian dengan sejarah panjang berabad ke belakang, dari masa huruf berbahan kayu dan metal digunakan untuk mesin cetak.

Dan, selain kita bisa belajar mengenai sejarah panjang tipografi, kebanyakan dari kita juga bisa menggunakan beberapa tips praktis tentang bagaimana membuat huruf terlihat lebih baik pada proyek sehari-hari.

Misalkan, digunakan seperti dalam resume, buletin, atau kartu nama.

Tak perlu lama-lama lagi mari simak penjelasan dari Jasalogo.id tentang belajar tentang ilmu tipografi.

Baca juga [JENIS DESAINER GRAFIS, TERNYATA BANYAK]

Belajar Tentang Ilmu Tipografi

Pengertian Dasar Tipografi

Tipografi adalah teknik menyusun huruf untuk membuat bahasa tulis lebih terbaca, jelas, dan menarik ketika ditampilkan.

Penyusunan huruf ini termasuk pemilihan typeface, ukuran, line-lenght, line-spacing (leading), dan letter-spacing (tracking), dan mengatur spasi antara huruf (kerning).

alam desain grafis, huruf adalah unsur penting yang juga memperindah suatu desain. Untuk itu, memahami tipografi menjadi sangat diperlukan untuk menciptakan karya visual yang baik.

Tipografi berasal dari bahasa Yunani “typos” yang berarti yang cetakan, dan “graphein” yang berarti tulisan. Pada zaman dahulu, orang yang memiliki keahlian mencetak disebut tipografer karena tipografi hanya dimaknai sebagai ilmu cetak mencetak.

Setelah berkembang, tipografi lalu diartikan sebaga cara untuk memahami karakteristik suatu huruf sehingga dapat dikelola sesuai dengan tujuan-tujuan tertentu.

Setiap jenis huruf memiliki karakter yang berbeda sehingga pengelolaan dan penanganannya pun berbeda.

Dua Elemen Dalam Tipografi:

Huruf teks (Text Type)

Yaitu huruf yang tersaji untuk naskah. Dipilih huruf teks dengan body yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu banyak lekukan agar tingkat keterbacaannya tinggi dan nyaman.

Huruf judul (Display Type)

Untuk pengunaan huruf judul jauh lebih fleksibel. Asal unsur keterbacaan dan keefektifan penyampaian pesan dapat terkemas dengan rapi dan nyaman, maka unsur penerapan dalam desain grafis telah terpenuhi.

Penggunaan huruf judul juga tergantung dari tema desain. Jika dipilih tema retro, maka lebih baik digunakan pula jenis huruf yang bergaya retro.

Aturan Memilih Jenis Font

Ini merupakan bagian yang sangat perlu anda ketahui baik itu sebagai desainer pemula atau secara umum yang memiliki hobi desain, adalah memilih font yang tepat agar desain terlihat baik dipandang.

Sebuah hasil desain itu tidak ada yang dikatakan salah atau benar, akan tetapi dari segi pandangan orang hanya mengatakan bagus dan buruk. 

Sebagai pembuat karya pasti ingin mencapai suatu tujuan dalam karyanya dengan label karya yang bagus di mata orang-orang.

1. Ketahui Personalitas Font

Sangat penting seorang desainer untuk mengetahui sifat-sifat dari jenis font yang digunakan. Sebab, itu sangat berpengaruh dalam proses mendesain sebuah karya kedepannya.

Maknanya, anda perlu memilih jenis font yang sesuai dengan tema karya yang anda buat, selain itu tentukan target kepada siapa karya tersebut dibuat.

Sebagai contoh anda akan membuat sebuah poster tentang Halloween, mungkin sebaiknya gunakan font yang agak creepy, dengan catatan font tersebut mudah terbaca oleh audience.

2. Hindari Font Yang Default

ya terkadang seorang membuat sebuah karya menggunakan font yang teah tersedia di dalam device mereka tanpa adanya observasi terlebih dahulu.

Di dalam pandangan ilmu desain sebaiknya hal itu dihindari karena, hasilnya kurang maksimal atau terlihat familiar di kalangan audience.

Selain itu menggunakan font yang default juga dipandang sebagai karya yang memiliki kurang kreatifitas,

apabila anda sadar bahwa font yang digunakan seperti arial atau times new roman yang sering kita jumpai dalam laporan juga digunakan dalam membuat poster, mungkin itu terdengar sedikit menggelikan.

Hindari Penggunaan Banyak Jenis Font

mungkin hal ini juga sangat perlu diperhatikan, sebab terlalu banyak menggunakan jenis font, mungkin dalam pikiran pembuatnya adalah agar terlihat menarik.

Dan sebenarnya terjadi adalah terlihat aneh dan audience akan susah memperoleh informasi dalam karya yang dibuat.

Jadi, perlu anda ketahui gunakanlah setidak maksimal 2-3 jenis font dalam karya anda, seperti dalam poster, sampul majalah, undangan, dll.

Gunakanlah Font Kapital Semua

kasus ini sebenarnya biasa ditemukan sehari-hari, tetapi untuk kebutuhan kenyaman audience dalam membaca informasi adalah cara tersebut kurang baik.

Penggunaan huruf kapital semua sebaiknya saja ditaruh dalam judul misalnya dalam karya poster.

Menggunakan Dua Jenis Font Yang Kontras

yang dimaksudkan font yang kontras adalah kedua font tersebut memiliki perbedaan yang mencolok satu sama lain. 

Jadi, hindarilah menggunkan font berbeda akan tetapi terlihat sama akibat kedua font tersebut dalam satu family.

Menggunakan jenis font yang kontras, juga menambah keunikan dalam suatu karya yang dibuat.

baca [CARA KOMBINASI WARNA PADA DESAIN]

KESIMPULAN

Sebenarnya, banyak aturan yang perlu anda ketahui dalam memilih jenis font untuk keindahan tipografi karya desain yang anda dibuat. 

Tim desain jasalogo.id profesional dalam membuat desain logo yang unik, menarik sesuai dengan visi misi usaha Anda. 

Jadi, pastikan anda memesan desain logo hanya di jasalogo.id kami aktif 24 jam siap melayani pesanan Anda