5 Istilah Desain yang Sering Disalahartikan

0
(0)

Ketika ingin merancang desain grafis yang efektif dan menarik penting untuk desainer paham tentang aturan dan prinsip dasar dalam desain grafis. Baik desainer maupun klien bisa salah paham terdapat istilah dalam desain yang bisa menghambat proses perancangan desain. Ada banyak istilah-istilah dalam desain terkait prinsip dasar dan elemen desain yang perlu dipahami perbedaan dan penggunaannya. 

Desain grafis bisa terlihat buruk dan kurang proporsional jika tidak diciptakan dengan memperhatikan beberapa hal mendasar seperti teori warna, jenis elemen visual dan prinsip-prinsip dasar desain. Dalam dunia desain ada banyak istilah yang mungkin membingungkan jika tidak dipahami dulu sebelum belajar desain. Selain memahami istilah penting dan penggunaannya, maka desainer akan mampu menciptakan desain yang efektif. 

5 ISTILAH  DESAIN YANG SERING DISALAHARTIKAN

Aturan-aturan dalam desain grafis digunakan untuk menciptakan desain yang efektif, menarik dan proporsional. Adanya aturan dalam desain grafis akan memandu audiens dalam menciptakan desain yang menarik. Berikut beberapa elemen dan aturan dalam desain yang sering disalahartikan karena tidak paham perbedaanya:

Read More
jasa-desain-logo-satu-hari-jadi

Font Style dan Typeface

5 Istilah Desain yang Sering Disalahartikan

Secara umum jenis font terdiri dari font serif, sans serif, script dan display, setiap jenis font ini memiliki banyak variasi font di dalamnya yang disebut font family. Jenis font serif misalnya memiliki banyak variasi serif seperti times news roman, didot, dan garamond, ini disebut font family atau typeface. Berbeda lagi dengan variasi style huruf setiap font yang bisa terdiri dari thin, regular dan bold.

Banyak orang kerap salah paham perbedaan style font dan typeface, setiap jenis font serif memiliki banyak sekali variasi font serif yang menjadi bagian dari font family serif. Perbedaan setiap jenis font serif bisa dibedakan dengan bentuk serif, panjang serif hingga ketebalan hurufnya. Sementara sebuah font misalnya sans serif montserrat yang memiliki variasi thin, regular dan bold, terkadang setiap front jumlah variasi tebal-tipisnya berbeda-beda. 

Tracking dan Kerning

Ketika mengatur tipografi dalam desain grafis biasanya akan menggunakan kerning dan tracking. Ini berguna untuk meningkatkan keterbacaan dan tampilan teks yang proporsional. Keduanya sama-sama mengatur jarak antar huruf namun dalam hal yang berbeda. 

Kerning mengatur jarak antar dua huruf saja, sehingga kerning akan mengatur jarak antar dua huruf satu persatu sehingga jarak huruf tidak akan sama. Berbeda dengan tracking yang mengatur jarak antar huruf dengan ukuran yang sama secara keseluruhan. Kerning akan membuat antar huruf memiliki jarak berbeda tetapi terlihat proporsional, sementara tracking akan menciptakan jarak huruf yang konsisten.

Baca juga: Tips Mengatur Kerning untuk Meningkatkan Tipografi

Perbedaan Backdrop dan Background

Dalam dunia desain grafis terdapat istilah background atau latar belakang yang berperan untuk membuat elemen desain mudah terbaca dan terlihat jelas. Namun terkadang background ini sering disalah pahami dengan backdrop, padahal keduanya berbeda. Penggunaan dan kebutuhan dari keduanya cukup berbeda, backdrop ini digunakan dalam dunia fotografi dan videografi.

Sementara background merupakan latar belakang suatu desain grafis, biasanya dapat memiliki warna tertentu. Latar belakang harus dipilih untuk membuat teks dan gambar terlihat menonjol. Sementara backdrop adalah latar belakang foto atau video berupa kain sehingga gambar memiliki tampilan lebih baik. 

Gradien dan Gradien Mesh

5 Istilah Desain yang Sering Disalahartikan

Warna gradien diciptakan dengan menciptakan gradasi lembut yang memiliki tampilan standar. Biasanya gradien standar ini akan memiliki arah gradasi yang lurus vertikal atau horizontal saja. Berbeda dengan gradien mesh yang gradasi warnanya dibuat berantakan dengan grid

Ketika desain menggunakan warna gradasi yang standar tampilan desain akan terlihat biasa saja dan kurang menarik. Sementara gradien mesh mengatur gradasi dengan grid yang bisa diubah bentuk gradasinya menggunakan poin pertemuan garis grid. Gradient mesh kerap digunakan untuk latar belakang desain agar tampil lebih menarik. 

Tints dan Tones Warna

5 Istilah Desain yang Sering Disalahartikan

Untuk memvariasikan warna dalam desain grafis, seringkali ditemui istilah seperti tints dan tones. Istilah desain untuk elemen warna ini dihasilkan dengan mencampurkan warna dengan warna netral. Tints adalah istilah untuk warna yang dihasilkan dengan mencampurkannya dengan warna putih.

Sementara tones merupakan warna yang diciptakan dengan mencampurkannya warna dengan warna hitam. Kedua istilah warna ini memiliki tampilan visual warna yang berbeda dan menciptakan mood yang berbeda. Penting untuk tahu perbedaannya agar tidak salah memilih variasi kecerahan warna untuk desain. 

Baca juga: Tips Mengatur Warna Desain yang Terlihat Proporsional

ISTILAH-ISTILAH DESAIN YANG UMUM

Bukan hanya istilah-istilah tersebut yang harus dipahami perbedaannya, hal mendasar tentang merancang desain grafis harus memahami beberapa prinsip dasar desain grafis. Akan lebih mudah menciptakan desain grafis jika memahami istilah-istilah penting dalam desain grafis1, seperti berikut ini: 

Hirarki Visual

Salah satu istilah penting dalam mengatur tata letak dan ukuran elemen desain adalah hirarki visual. Ketika mengatur elemen desain penting untuk menciptakan hirarki visual untuk menciptakan fokus utama dan membantu menciptakan alur pembacaan yang jelas. 

Penciptaan hirarki visual ini elemen visual seperti warna, jenis font, ukuran elemen dan perbedaan style. Atur elemen untuk memiliki perbedaan ukuran, warna dan style agar menciptakan hirarki visual. Perbedaan ukuran dan warna akan membantu audiens dalam membaca urutan informasi.

Kontras

Dalam menciptakan desain grafis penting untuk menciptakan kontras, ini berguna untuk menunjukkan setiap elemen berbeda. Kontras ini bisa berupa warna, ukuran elemen dan gaya visual elemen.

Jika teks tidak memiliki warna kontras yang cukup dengan latar belakang maka teks akan sulit dibaca. Perbedaan yang kontras dan harmonis akan menciptakan fokus yang jelas dan memisahkan antar elemen. Kontras juga akan membantu dalam menciptakan fokus pada elemen penting. 

Alignment

Untuk mengatur teks desain yang rapi sehingga desain tampak profesional dan mudah untuk dibaca ada istilah alignment. Teks desain yang panjang bisa terlihat berantakan dan membosankan jika tidak diatur dengan rapi. Alignment ini akan mengatur desain kedalam rata kanan, rata kiri, rata tengah dan rata kanan kiri. 

Teks desain yang tidak diatur dengan lagment akan berantakan dan membuat desain tampak kacau. Penting untuk memisahkan teks dan mengaturnya dalam alignment yang rapi sehingga mudah dibaca. 

Baca juga: Panduan Mengatur Alignment dalam Desain Grafis

Negative Space

Ada juga istilah negative space atau juga disebut sebagai whitespace, ini merupakan ruang kosong yang tercipta dari jarak antar elemen. Ruang negatif ini memiliki peran untuk menciptakan keseimbangan visual, ruang bernafas dan meningkatkan keterbacaan. Desain dengan negative space yang luas akan lebih nyaman untuk dibaca dan dilihat.

Tanpa negative space teks akan sulit dibaca, audiens akan mudah lelah dan sulit memahami urutan informasi. Jarak antar elemen harus diatur dengan bijak untuk menciptakan tampilan yang menarik. 

Teori Warna

Untuk warna-warna yang digunakan dalam desain grafis memiliki banyak istilah-istilah seperti primer, sekunder, dan tersier. Ada juga skema warna yang membantu menciptakan palet warna harmonis seperti monokrom, analogus, dan komplementer.

Sementara itu dalam teori warna juga terdapat istilah lain untuk membedakan warna seperti hue, shade, tone, tint hingga saturasi. Penting untuk desainer memahami istilah ini agar mampu memilih kombinasi warna yang menarik.

Grid dan Margin

Ketika menyusun elemen desain yang efektif dan proporsional menggunakan garis bantu atau margin. Istilah grid ini digunakan untuk mengatur tata letak elemen yang efektif untuk dibaca. Penggunaan margin dan grid ini akan membantu menata elemen dengan teratur sehingga menciptakan alur pembacaan yang jelas. 

KESIMPULAN

Bagi desainer pemula dan klien beberapa istilah tersebut mungkin kurang familiar dan membingungkan. Penting untuk membedakan, memahami, dan tahu cara menggunakan istilah tersebut dengan benar. Istilah dan aturan desain grafis jika dipahami dengan baik akan membantu menciptakan desain grafis yang menarik, efektif dan profesional. 

Bagi yang membutuhkan jasa desain logo, segera hubungi kami di jasalogo.id. Kunjungi juga laman instagram jasalogo.id disini.

  1. Das, Rangan. (2022, Oct 20). 30 Graphic Design Terms for Non-graphic Designers – Artwork Flow. https://www.artworkflowhq.com/resources/basic-graphic-design-glossary ↩︎

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.