6 PRINSIP DESAIN GRAFIS YANG KOMUNIKATIF

6 PRINSIP DESAIN GRAFIS YANG KOMUNIKATIF
6 PRINSIP DESAIN GRAFIS YANG KOMUNIKATIF

6 PRINSIP DESAIN GRAFIS YANG KOMUNIKATIF – Dalam membuat desain grafis yang komunikatif, tentunya desainer grafis harus mempertimbangkan prinsip-prinsip desain grafis.

Terdapat beberapa prinsip yang bisa digunakan agar desain grafis Sobat Jasa Logo terlihat komunikatif.

Bagi Sobat Jasa Logo yang ingin membuat desain grafis lebih komunikatif, berikut 6 prinsip desain grafis yang komunikatif:

KESEDERHANAAN

Prinsip ini perlu diterapkan demi kepentingan kemudahan pembaca menguasai isi pesan yang di informasikan. Dalam pemakaian huruf suatu kabar misalnya.

Huruf judul (headline), subjudul serta badan kabar (body text) hendaknya tidak memakai tipe font yang ornamental serta njilimet, semacam huruf blackletter yang susah dibaca. Desainer grafis umum pula menyebut prinsip ini selaku KISS (Keep It Simple Stupid).

Prinsip ini dapat diterapkan dengan pemakaian elemen ruang kosong (white space) serta tidak memakai banyak unsur pernak- pernik alias seperlunya saja.

KESEIMBANGAN

Keseimbangan merupakan kondisi ataupun kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan serta memunculkan kesan balance secara visual. Dengan menerapkan prinsip ini sebuah desain akan memberikan kesan yang sempurna lo Sobat!

KESATUAN

Kesatuan merupakan kohesi, konsistensi, ketunggalan maupun keutuhan, yang ialah isi pokok dari komposisi. Contohnya yaitu ilustrasi, garis dan bacaan diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang akan disampaikan.

PENEKANAN (AKSENTUASI)

Jika Sobat Jasa Logo berminat menjadi seorang desain grafis, maka prinsip satu ini tidak boleh ketinggalan.

Penekanan disini bermaksud untuk menarik perhatian pembaca. jika dalam konteks desain surat berita ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah informasi.

Hal ini akan mengesankan pentingnya informasi itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran alphabet di judul informasi.

Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, dan  kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

IRAMA (REPETISI)

Irama artinya pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama artinya selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval saat antara dua nada musik beruntun yang sama.

Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jeda antar obyek. Contohnya jeda antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto pada pada satu halaman dan  lain sebagainya.

PROPORSI (PROPORTION)

Satu lagi adalah proporsi Sobat Jasa Logo. Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa buat memperoleh keserasian.

Untuk memperoleh keserasian pada sebuah karya diharapkan perbandingan–perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi merupakan perbandingan matematis pada sebuah bidang.

Proporsi Agung (The Golden Mean) ialah proporsi yang paling terkenal serta digunakan hingga waktu ini pada karya seni rupa hingga karya arsitektur.

Proporsi ini memakai deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga digunakan 8:13. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat pada perbandingan ukuran kertas dan  layout halaman.

KESIMPULAN

Demikian Sobat Jasa Logo, ulasan mengenai 6 prinsip desain grafis yang komunikatif!

REKOMENDASI

Bagi Anda yang tengah bingung mencari desainer untuk aktivitas usaha Anda, segera hubungi pihak kami hanya di Jasa Logo!

Apa keuntungannya? Dengan pengerjaan yang super rapi dan cepat, kami mengunggulkan pelayanan demi kepuasan Anda, sobat Jasa Logo!

  • Whatsapp

Related posts